JENEPONTO,PO – Dalam rangka mendukung tercapainya swasembada pangan nasional, Dinas Pertanian Kabupaten Jeneponto gelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pencapaian Target Luas Tambah Tanam (LTT) Bulan Maret Tahun 2026, di Aula Kantor Dinas Pertanian Jeneponto, Jumat, 17 April 2026.
Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan produksi pangan melalui program percepatan tanam. Kabupaten Jeneponto memiliki potensi lahan yang masih dapat dioptimalkan lagi pemanfaatannya agar indeks pertanaman (IP) meningkat.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule, menyampaikan bahwa pertemuan rapat ini agar kita mengetahui apa yang menjadi persoalan di lapangan kendala apa yang ditemukan. Sehingga kita dapat mengetahui apa persoalannya.

Disni kita mau melihat peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) untuk meningkatkan swasembada pangan berkelanjutan, kita harus menjaga luas tanam kita. Walapun swasembada pangan kita sudah capai berkelanjutan pada Tahun 2026.
“Minimal harus lebih meningkat lagi dari Tahun sebelumnya,” ucapnya kepada awak media publikasionlie.id setelah giat rapat koordinasi.
Ia pun melihat lahan Pertanian di Jeneponto sangat berpotensi. Tentunya itu, Terdengar sangat mempuni disampaikan oleh para BPP penyuluh, walapun kata dia, masih banyak problema dilapangan untuk melakukan langka-langka strategis seperti pemompaan air diaktifkan segera, agar lahan untuk cepat ditanami atau diolah.
“Olehnya itu, InsyaAllah target tadi bisa kita capai,”ungkapnya.
Sementara, Kepala Dinas Pertanian, Bambang Hariyanto, menambahkan, kita mampu bersama sama melakukan langkah percepatan tanam yang terus kita upayakan. Upaya yang dilakukan melalui perluasan lahan (ekstensifikasi) dan optimasi lahan serta perluasan irigasi perpompaan untuk memacu produksi di berbagai wilayah.
“Pemerintah tentunya terus mendorong peningkatan dan dibutuhkan sarana dan prasarana lebih, sehingga serapan hasil Pertanian terus meningkat agar swasembada pangan lebih ditingkatkan,” ungkapnya.
Bambang Hariyanto pun mengapresiasi atas komitmen dan dukungan Kementerian Pertanian (Kementan) yang dinilai mampu memotivasi daerah dalam memajukan pembangunan sektor pertanian.
Maka dari itu, semua peran lintas sektor dibutuhkan, mulai dari penyuluh hingga peran petani dalam peningkatan.
“Kami menyambut baik inisiatif dan komitmen ini, bagaimana penyuluh merupakan ujung tombak dalam meningkatkan produksi padi dengan pengoptimalan luas lahan,” pungkas Eks Kabid Ketahanan Pangan dan Holtikultura Jeneponto itu.
Plt Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule, memaparkan program swasembada pangan nasional di hadapan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Kordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) se 11 Kecamatan Jeneponto.
Kegiatan pertemuan ini mampu berkolaborasi program pusat dengan daerah hendaknya dapat mengoptimalkan kinerja semakin lebih maksimal dengan mendampingi adopsi teknologi bagi petani. Seperti penyediaan sumber air sangat berpengaruh untuk mendukung keberhasilan percepatan tanam.
Firmansyah








