JAKARTA,PO – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mempercepat pelaksanaan berbagai program prioritas di sektor pendidikan guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Hal tersebut disampaikan saat menerima Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo memberikan arahan agar sejumlah program strategis pendidikan segera dipercepat pelaksanaannya sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat di seluruh Indonesia.
Menurut Presiden Prabowo, pendidikan yang bermutu harus dapat dijangkau oleh seluruh anak bangsa tanpa terkecuali. Karena itu, pemerintah terus memperkuat berbagai kebijakan yang berorientasi pada peningkatan kualitas sarana pendidikan, penguatan kapasitas guru, serta perluasan akses pendidikan yang merata dan berkeadilan.

Salah satu program prioritas yang mendapat perhatian khusus adalah revitalisasi sekolah. Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp14 triliun pada tahun 2026 untuk merevitalisasi 11.744 satuan pendidikan. Ke depan, program tersebut ditargetkan menjangkau hingga 71.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan berkualitas.
Selain itu, pemerintah juga akan membangun 100 Sekolah Nasional Terintegrasi sebagai upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan pendidikan unggul dan berstandar tinggi di berbagai daerah.
Dalam bidang peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, Presiden Prabowo mendorong penguatan dukungan bagi para guru melalui peningkatan tunjangan guru non-ASN menjadi Rp2 juta per bulan. Sementara bagi guru ASN, pemerintah memberikan tunjangan sebesar satu kali gaji pokok yang disalurkan langsung kepada penerima.
Tidak hanya itu, pemerintah juga memperluas program peningkatan kompetensi guru melalui pemberian beasiswa pendidikan dengan target 150 ribu penerima manfaat pada tahun 2026 melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan profesionalisme guru sebagai ujung tombak pendidikan nasional.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa guru merupakan pilar utama dalam membangun masa depan bangsa. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya dilakukan melalui pembangunan infrastruktur dan perluasan akses belajar, tetapi juga melalui penguatan kesejahteraan dan kompetensi para pendidik.
Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap dapat mencetak generasi Indonesia yang unggul, berkarakter, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat global, sekaligus mewujudkan visi Indonesia maju menuju Indonesia Emas 2045.
Sumber : Repost Sekretariat Kabinet








