iklan Promo

Bukan Hanya Hadir, Forum Anak Uluere Membawa Suara dan Karya ke KBK 2026

BANTAENG, PO– Perjalanan Kemah Buku Kebangsaan (KBK) yang dimulai sejak 2017 di Loka Camp, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng, terus menjadi bagian dari ikhtiar merawat literasi, kebangsaan, dan ruang belajar bagi generasi muda. Menjelang satu dekade perjalanannya, semangat itu kembali menemukan bentuknya melalui keterlibatan Forum Anak Uluere (FOU) dalam Kemah Buku Kebangsaan 2026.

Dalam kegiatan yang mempertemukan semangat membaca, berkarya, dan berkolaborasi tersebut, Forum Anak Uluere hadir bukan sekadar sebagai peserta, melainkan sebagai bagian dari generasi muda yang ikut menghidupkan ruang literasi melalui kreativitas dan ekspresi anak.

Sejumlah penampilan dan aktivitas turut dibawakan oleh anak-anak FOU, mulai dari drama, pembacaan puisi, dongeng anak, hingga lapak baca. Beragam kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan potensi, melatih keberanian, serta membagikan pengalaman dan pengetahuan kepada sesama.

Drama menjadi medium untuk menyampaikan pesan kehidupan, puisi menghadirkan ungkapan pikiran dan perasaan, sedangkan dongeng membuka ruang imajinasi sekaligus menanamkan nilai-nilai kebaikan. Sementara itu, lapak baca menjadi upaya sederhana untuk mendekatkan buku kepada masyarakat dan menumbuhkan kebiasaan membaca di tengah kehidupan sehari-hari.

Bagi Forum Anak Uluere, keikutsertaan dalam KBK 2026 memiliki makna lebih dari sekadar mengikuti rangkaian acara. Ini merupakan kesempatan untuk belajar di luar ruang formal, membangun jejaring, dan membuktikan bahwa anak-anak memiliki potensi untuk mengambil peran dalam gerakan literasi dan kehidupan sosial di lingkungannya.

Koordinator rombongan FOU, Muja, mengungkapkan rasa senangnya karena anak-anak Forum Anak Uluere mendapat kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia menilai pengalaman ini menjadi energi tersendiri sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan potensi anak-anak melalui kegiatan positif.

“Kami sangat senang bisa ikut serta dalam kegiatan Kemah Buku Kebangsaan 2026. Ini menjadi energi tersendiri sekaligus motivasi bagi kami di Forum Anak Uluere untuk terus belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi anak-anak. Terima kasih kepada teman-teman MAPIA atas undangan dan ruang yang telah diberikan kepada kami untuk menjadi bagian dari kegiatan ini,” ungkap Muja.

Sejak dimulai pada 2017 di Loka Camp, Kemah Buku Kebangsaan tumbuh sebagai ruang perjumpaan yang mempertemukan buku, alam, kreativitas, dan semangat kebangsaan. Perjalanan menuju satu dekade bukan semata-mata tentang panjangnya waktu, tetapi juga tentang konsistensi menjaga ruang belajar, merawat gagasan, dan membuka kesempatan bagi generasi muda untuk tumbuh bersama.

Dalam konteks tersebut, kehadiran Forum Anak Uluere menjadi gambaran bahwa gerakan literasi dapat tumbuh melalui banyak cara. Membaca tidak hanya berlangsung ketika seseorang membuka halaman buku, tetapi juga ketika anak-anak belajar memahami kehidupan melalui drama, merangkai makna lewat puisi, menuturkan cerita, dan berbagi bacaan dengan orang lain.

Partisipasi ini sekaligus mengingatkan pentingnya menempatkan anak sebagai subjek dalam setiap kegiatan. Anak-anak bukan hanya objek yang meramaikan acara, melainkan individu yang berhak memperoleh ruang untuk menyampaikan pendapat, mengembangkan bakat, berkreasi, dan berkontribusi sesuai potensi mereka.

Menjelang satu dekade Kemah Buku Kebangsaan, semangat yang dibawa bukan sekadar merayakan perjalanan, melainkan memastikan bahwa ruang-ruang belajar seperti ini tetap hidup dan memberi manfaat bagi generasi berikutnya.

Sebab, satu dekade bukan hanya tentang berapa lama sebuah kegiatan bertahan. Ia juga tentang berapa banyak gagasan yang tumbuh, keberanian yang terbangun, buku yang dibaca, dan anak-anak yang menemukan ruang untuk mengenali potensi dirinya.

Forum Anak Uluere menjadi bagian dari perjalanan itu—membawa cerita, suara, dan kreativitas anak-anak untuk terus menyalakan semangat literasi dan kebangsaan di Uluere.

Dari Loka Camp sejak 2017, menuju satu dekade Kemah Buku Kebangsaan: merawat literasi, menumbuhkan kreativitas, dan membuka ruang bagi generasi untuk bertumbuh.