BANTAENG,PO – Fitrah Afriandi resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bantaeng dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-XVI. Ia unggul dengan perolehan 34 suara dari total 62 suara, setelah melewati rangkaian Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) dan Musda yang berlangsung hingga hari kelima.
Dalam kontestasi tersebut, Fitrah bersaing dengan dua kandidat lainnya, yakni Bisma Naufal Yaesar dan Reski Wijaya. Perolehan 34 suara mengantarkannya mengungguli para pesaing sekaligus memperoleh mandat mayoritas peserta Musda.
Dukungan terhadap Fitrah juga datang dari enam dari delapan Dewan Pengurus Kecamatan (DPK). Sejumlah organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP), di antaranya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), dan Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), turut memberikan dukungan dalam proses kontestasi tersebut.
Pelaksanaan Musda KNPI ke-XVI melibatkan unsur Steering Committee (SC) dari DPD I KNPI dan DPD II KNPI sebagai bagian dari perangkat penyelenggara forum. Rangkaian Rapimda hingga Musda menjadi ruang pengambilan keputusan organisasi dalam menentukan kepemimpinan KNPI Bantaeng ke depan.
Meski berlangsung dalam dinamika yang cukup panjang, termasuk ketegangan dan keributan antarpeserta, proses Musda akhirnya menghasilkan keputusan melalui mekanisme pemilihan organisasi. Situasi tersebut menjadi catatan penting bagi seluruh elemen kepemudaan untuk mengedepankan kedewasaan dalam berdemokrasi dan menjaga soliditas organisasi.
Usai terpilih, Fitrah menegaskan bahwa KNPI harus mengambil peran strategis dalam mendorong pembangunan Kabupaten Bantaeng. Ia menginginkan organisasi kepemudaan tersebut tidak sekadar menjadi wadah berhimpun, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan, gerakan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“KNPI harus menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Kita ingin KNPI hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan pembangunan di Kabupaten Bantaeng. Namun, menjadi mitra strategis bukan berarti kehilangan daya kritis dan independensi organisasi. Ketika pemerintah menjalankan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat, pemuda harus memberikan dukungan. Sebaliknya, ketika terdapat kebijakan yang perlu dievaluasi, KNPI harus hadir menyampaikan kritik secara konstruktif sekaligus menawarkan solusi,” ungkap Fitrah, Sabtu 31 Oktober 2026.
Ia juga menekankan pentingnya membangun KNPI sebagai rumah bersama bagi seluruh organisasi kepemudaan, tanpa sekat latar belakang maupun kepentingan kelompok.
Menurutnya, kekuatan KNPI justru terletak pada kemampuannya merangkul perbedaan dan menyatukan potensi pemuda dalam satu agenda besar pembangunan daerah.
Terpilihnya Fitrah diharapkan menjadi titik awal konsolidasi dan rekonsiliasi pascakontestasi. Seluruh kandidat, DPK, OKP, serta elemen kepemudaan lainnya diharapkan kembali membangun komunikasi dan mengambil bagian dalam agenda organisasi.
Musda bukan sekadar arena perebutan jabatan, melainkan forum untuk menentukan arah perjuangan organisasi. Tantangan kepemudaan ke depan membutuhkan kepemimpinan yang inklusif, progresif, dan responsif terhadap persoalan masyarakat.
Dengan berakhirnya kontestasi Musda ke-XVI, pekerjaan besar Fitrah berikutnya adalah membuktikan bahwa kemenangan dalam forum organisasi dapat diterjemahkan menjadi persatuan, kerja nyata, serta kontribusi bagi kemajuan Kabupaten Bantaeng.
Abhy/Editor : Hendri









