iklan Promo

10 Tahun KBK di Bantaeng, Uji Nurdin Soroti Ancaman Kerusakan Lingkungan

BANTAENG,PO – Satu dekade mempertahankan gerakan literasi dan edukasi kebangsaan menjadi catatan penting perjalanan Kemah Buku Kebangsaan (KBK) di Kabupaten Bantaeng. Memasuki usia ke-10, kegiatan ini kembali digelar dengan mengangkat semangat literasi, kepedulian lingkungan, dan pembentukan karakter generasi muda.

Kemah Buku Kebangsaan (KBK) One Decade Tahun 2026 resmi dibuka Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, di Teras Muntea, Desa Bonto Lojong, Kecamatan Uluere, Sabtu (31/10/2026).

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Uji Nurdin itu mengapresiasi konsistensi seluruh penggerak KBK yang mampu menjaga keberlangsungan kegiatan tersebut hingga satu dekade.

Ia juga menyinggung perjalanan KBK yang memiliki nilai historis bagi keluarganya. Sepuluh tahun lalu, kegiatan tersebut dibuka oleh ayahnya, Prof. Nurdin. Kini, estafet pembukaan kegiatan itu dilanjutkan olehnya sebagai kepala daerah Bantaeng.

“Alhamdulillah, 10 tahun KBK telah eksis di Bantaeng. Dulu dibuka oleh ayah saya, Prof. Nurdin, sekarang anaknya yang juga membuka. Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh tim KBK yang telah menjaga eksistensinya,” ujar Uji Nurdin.

Menurutnya, keberadaan KBK tidak sekadar menjadi ruang berkumpul bagi para pegiat literasi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menanamkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian alam dan lingkungan.

Ia mengingatkan bahwa berbagai persoalan lingkungan, termasuk dampak cuaca ekstrem, perlu disikapi dengan meningkatkan edukasi dan kesadaran kolektif. Perilaku seperti penebangan pohon secara tidak terkendali dan pembakaran lahan, kata dia, merupakan tindakan yang dapat memperburuk kondisi lingkungan.

“Kita tahu sendiri, cuaca ekstrem yang kita alami saat ini diperparah oleh perilaku oknum-oknum. Kurangnya edukasi tentang menjaga alam dan lingkungan membuat penebangan pohon dan membakar lahan bisa saja terjadi,” jelasnya.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bantaeng menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan KBK sebagai salah satu ruang edukasi yang mendorong tumbuhnya kepedulian terhadap lingkungan, khususnya di kalangan generasi penerus.

“Terima kasih untuk teman-teman KBK yang terus mengedukasi masyarakat dan generasi penerus tentang pentingnya menjaga lingkungan dan alam. Kami berkomitmen, pemerintah akan terus memberikan dukungan,” tegasnya.

Kemah Buku Kebangsaan KBK One Decade Tahun 2026 berlangsung selama tiga hari. Kegiatan ini diikuti peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan hingga sejumlah daerah dari provinsi lain.

Momentum satu dekade tersebut diharapkan semakin memperkuat peran KBK sebagai ruang bertemunya gagasan, gerakan literasi, edukasi kebangsaan, dan kampanye kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Abhy