iklan Promo

Puskesmas Bissappu Perkuat Pengendalian DBD dan Malaria

BANTAENG, PO — UPT Puskesmas Bissappu memperkuat upaya pengendalian penyakit berbasis lingkungan melalui penyelidikan epidemiologi dan pelacakan kasus di sejumlah wilayah kerja.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (7/10/2026) menyasar tiga lokasi, yakni Lembang Loe, Kelurahan Bonto Atu; Parasula, Kelurahan Bonto Manai; serta Desa Salluang.

Tim tidak hanya melakukan penyelidikan epidemiologi kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), tetapi juga pelacakan kontak erat, pemantauan kasus malaria, survei vektor DBD melalui pemeriksaan jentik, pembagian abate, hingga fogging fokus sesuai kebutuhan lapangan.

Kepala UPT Puskesmas Bissappu, Bdn. Fitriani Ramli, S.Tr.Keb., mengatakan pengendalian DBD membutuhkan respons cepat sekaligus keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan.

“Penanganan DBD tidak cukup hanya ketika kasus sudah ditemukan. Pencegahan harus dilakukan bersama, terutama dengan memutus perkembangbiakan nyamuk melalui pemberantasan sarang nyamuk dan menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya, Kamis 8 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Tim Gerak Cepat (TGC) bersama pengelola program DBD, masing-masing Amiruddin R. selaku Koordinator TGC, Muhammad Ramlan anggota TGC, Muhammad Yusuf selaku PJ Program DBD, dan Sri Rahmi Hardianti sebagai pendamping program DBD.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Puskesmas Bissappu untuk memperkuat deteksi dini, memutus rantai penularan, serta meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap DBD dan malaria.

Abhy