MAKASSAR,PO — Suasana sederhana namun penuh kehangatan mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 DR. H. Basri, S.Pd., M.Pd., yang sekaligus menjadi momentum memasuki masa purna bakti setelah menyelesaikan pengabdiannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan birokrasi pemerintahan.
Acara yang digelar secara sederhana tersebut berlangsung di Kantor Dinas Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis (8/10/2026).

Kegiatan itu dihadiri Kepala Dinas Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan Prof. Djufri, sejumlah pejabat, staf, serta sahabat dan kolega yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan pengabdian DR. H. Basri.
Momentum tersebut bukan sekadar perayaan bertambahnya usia, tetapi juga menjadi ajang refleksi atas perjalanan panjang pengabdian Basri di dunia birokrasi pemerintahan.
Dalam sambutannya, DR. H. Basri mengisahkan perjalanan kariernya sebagai ASN yang dimulai dari daerah hingga kemudian melanjutkan pengabdian di Kota Makassar dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Perjalanan tersebut kemudian membawanya menjalankan berbagai tugas pemerintahan, termasuk mengabdi di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan hingga melanjutkan tugas di bidang kearsipan.

Menurut Basri, setiap tahapan perjalanan karier yang dilaluinya memberikan pengalaman dan pelajaran berharga. Tidak hanya dalam menjalankan tugas kedinasan, tetapi juga dalam membangun hubungan antarlembaga, organisasi, dan masyarakat.
Selama bertugas di lingkungan Dinas Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Basri juga mengaku memperoleh banyak pengalaman sekaligus memperluas jaringan silaturahmi dengan berbagai pihak.
Pengalaman tersebut, kata dia, menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdiannya.
Baginya, jaringan yang dibangun selama bertugas bukan semata-mata hubungan pekerjaan, melainkan telah berkembang menjadi ikatan persaudaraan dan silaturahmi yang diharapkan tetap terjaga hingga kapan pun.
“Banyak pengalaman yang saya dapatkan selama menjalankan tugas. Saya juga bertemu dengan banyak orang dari berbagai lembaga dan organisasi. Dari situlah terbangun silaturahmi dan persaudaraan,” ujar Basri dalam sambutannya.
Ia menegaskan, memasuki masa purna bakti bukan berarti perjalanan pengabdian dan hubungan persaudaraan harus berhenti.
Justru, menurut Basri, masa pensiun harus menjadi babak baru untuk memperkuat silaturahmi dengan sahabat, kolega, keluarga, maupun berbagai pihak yang selama ini telah menjadi bagian dari perjalanan hidup dan pengabdiannya.
“Purna bakti bukan berarti semuanya selesai. Justru setelah memasuki masa pensiun, mari kita semakin mempererat silaturahmi dan persaudaraan,” pesannya.

Basri juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan kariernya selama menjadi ASN.
Ia berharap hubungan baik yang telah terjalin selama bertahun-tahun dapat terus dipelihara meski dirinya tidak lagi menjalankan aktivitas sebagai ASN aktif.
Perayaan HUT ke-58 sekaligus purna bakti tersebut pun berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan.
Kesederhanaan acara justru memperlihatkan kuatnya ikatan silaturahmi antara Basri dengan para sahabat, pejabat dan staf yang hadir.
Momentum tersebut menjadi penanda berakhirnya satu fase pengabdian di birokrasi sekaligus membuka lembaran baru bagi DR. H. Basri untuk terus berkontribusi di tengah masyarakat dengan pengalaman dan jejaring yang telah dibangunnya selama puluhan tahun.
Alim Redaksi









