JAKARTA,PO — Kepala Badan Gizi Nasional BGN Sudaryono melontarkan peringatan keras terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis MBG. Ia meminta seluruh pengelola dapur tidak lagi bekerja dengan prinsip “yang penting sudah dimasak”.
“Sudah berkali-kali diingatkan. Makanan yang baik bukan cuma soal rasanya enak. Ada waktunya. Ada caranya. Ada tanggung jawab di belakangnya,” tegas Sudaryono di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (3/9/2026).
Menurutnya, di ujung proses MBG ada anak-anak yang akan makan, ada orang tua yang menitipkan kepercayaan, dan ada negara yang wajib memastikan makanan itu aman.
“Saya tidak ingin budaya kerja kita berhenti di kalimat, ‘yang penting sudah dimasak’. Tidak. Yang kita kerjakan ini pelayanan. Maka setiap detail harus dianggap penting, sekecil apa pun itu,” ujarnya.
Sudaryono juga mengingatkan agar aturan yang sudah dibuat tidak dicari celahnya. Tugas utama para pengelola adalah memastikan aturan itu benar-benar hidup di dapur.
“Lebih baik repot sedikit di awal, daripada menyesal setelah ada yang menjadi korban,” pungkasnya.
Pernyataan ini muncul di tengah BGN yang terus memperketat pengawasan MBG. Sebelumnya BGN telah memberhentikan 249 pengelola SPPG karena dinilai tidak disiplin. Langkah itu dilakukan untuk menjaga standar keamanan pangan dan mencegah kejadian yang merugikan penerima manfaat.
Badan Gizi Nasional
Editor : Tim Redaksi









