MASAMBA,PO — Ratusan kepala sekolah, kasubag umum, dan bendahara dana BOS dari Luwu Utara dan Luwu Timur dikumpulkan untuk dibekali tata kelola arsip. Tujuannya satu: menutup celah temuan audit dan menjaga transparansi dana pendidikan.
Pembekalan digelar di UPT SMAN 1 Masamba, Rabu (2/9/2026). Narasumber utamanya Ketua Umum Asosiasi Arsiparis Indonesia AAI Sulsel Dr. H. Basri, http://S.Pd., http://M.Pd.
Kegiatan ini melibatkan Dinas Pendidikan Wilayah XII, MKKS SMA/SMK Luwu Utara dan Luwu Timur, serta pengurus PGRI dua kabupaten. Hadir mewakili Kacabdis Wil XII Andi Lalak, http://S.Pd., http://M.Pd adalah Kasubag TU Hamka, http://S.Sos.
Dalam pemaparannya, Dr. Basri menegaskan arsip bukan sekadar berkas menumpuk di lemari.
“Tertib arsip itu fondasi akuntabilitas. Dengan arsip yang rapi dan terdokumentasi, sekolah bisa mempertanggungjawabkan setiap rupiah dana BOS kepada pemerintah dan masyarakat,” tegas Dr. Basri yang juga Wakil Ketua IKA BKPRMI.
Ia menyebut, kelalaian administrasi arsip sering jadi pintu masuk masalah hukum bagi sekolah. Sebaliknya, arsip yang tertib akan mempermudah audit dan meminimalkan risiko kesalahan.
Kalimatnya yang paling disorot peserta: _“Kalau ingin pintar, ke perpustakaan. Kalau ingin selamat, jaga arsip.”_
Sesi teknis diisi Tim Tertib Arsip Provinsi Sulsel. Materinya langsung aplikatif: mulai klasifikasi dokumen, daftar arsip, retensi, hingga penyimpanan fisik dan digital. Peserta juga membawa kasus nyata dari sekolahnya untuk dibedah bersama.
Dr. Basri menargetkan, setelah pembekalan ini pengelolaan dana BOS di Luwu Raya bisa lebih akuntabel dan siap diperiksa kapan saja.
“Ini bukan soal administrasi. Ini soal tanggung jawab moral kita menyelamatkan uang negara dan masa depan anak,” kuncinya.
Asman
Editor : Tim Redaksi









