iklan Promo

Dari Posyandu ke Masa Depan Anak: Cerita Edukasi PHBS dan Imunisasi di Sinoa

Bantaeng,PO— Pagi itu, halaman kegiatan UPT Puskesmas Sinoa dipenuhi tawa kecil dan langkah pelan para ibu yang menggandeng anaknya. Di balik antrean sederhana, tersimpan harapan besar: anak-anak tumbuh sehat, terlindungi, dan siap menatap masa depan. Selasa, 20 Januari 2026, menjadi hari yang bermakna bagi puluhan keluarga di wilayah Sinoa.

Melalui edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang dipadukan dengan pelayanan imunisasi bayi dan balita, Puskesmas Sinoa menghadirkan layanan yang bukan sekadar prosedur medis, melainkan pendekatan yang menyentuh keseharian keluarga. Dari cara mencuci tangan pakai sabun, mengelola sampah rumah tangga, hingga pola makan sehat semua dibahas dengan bahasa yang membumi.

Seorang ibu muda meminta namanya tidak disebutkan mengaku awalnya ragu membawa anaknya untuk imunisasi. Kekhawatiran itu perlahan luruh setelah mengikuti sesi edukasi.

“Dulu saya takut karena banyak cerita di luar. Tapi setelah dijelaskan dengan sabar, saya jadi paham. Anak saya sekarang sudah diimunisasi. Rasanya lebih tenang,” tuturnya, sembari menimang sang buah hati.

Di sela kegiatan, tim medis melakukan pemeriksaan kesehatan dan pemberian imunisasi dasar secara gratis. Proses berlangsung tertib, hangat, dan penuh dialog orang tua didengar, kekhawatiran dijawab.

Kepala UPT Puskesmas Sinoa, Ummi Salmah, SKM., MM, menegaskan bahwa kunci keberhasilan layanan kesehatan terletak pada kepercayaan dan kedekatan dengan masyarakat.

“PHBS dimulai dari rumah, sementara imunisasi adalah perlindungan paling awal untuk anak. Ketika orang tua paham, keputusan sehat akan datang dengan sendirinya,” ujarnya.

Ia menambahkan, Puskesmas Sinoa menargetkan cakupan imunisasi 95 persen tahun ini, sejalan dengan arah kebijakan nasional. Target itu bukan angka semata, melainkan komitmen memastikan tak ada anak yang tertinggal dari perlindungan dasar kesehatan.

Apresiasi datang dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng, dr. H. Andi Iksan, yang menilai pendekatan Puskesmas Sinoa sebagai praktik baik pelayanan promotif–preventif.

“Ketika edukasi dan layanan berjalan beriringan, dampaknya nyata. Kami melihat bagaimana puskesmas hadir bukan hanya sebagai fasilitas, tetapi sebagai mitra keluarga,” katanya.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab dan pembagian leaflet edukasi, namun percakapan kecil antaribu masih berlanjut. Di sana, di antara senyum lega dan pelukan anak, tumbuh keyakinan baru: kesehatan adalah perjalanan bersama dan hari ini, langkah itu dimulai.