Takalar,PO — Aksi penolakan proyek Terminal Umum Kawasan Industri Takalar (KITA) oleh PT Tiran memuncak, Sabtu (18/4). Aliansi APPAMALLA “mengepung” Gedung Sentra Pangngurangi, Desa Pattoppakang, saat konsultasi publik AMDAL berlangsung, forum yang mereka tuding hanya menjadi panggung formalitas untuk meloloskan proyek.
Sorotan utama massa tertuju pada komposisi undangan yang dinilai timpang. Di tengah daftar pejabat dan tokoh, justru nelayan dan pelaku pesisir yang paling terdampak tidak dilibatkan.
“Ini bukan konsultasi, ini pengesahan diam-diam,” tegas orator di tengah aksi.
APPAMALLA menilai proses AMDAL telah menjauh dari prinsip partisipatif dan berpotensi menjadi legitimasi semu. Mereka juga mengingatkan ancaman nyata rusaknya ekosistem pesisir dan hilangnya sumber hidup masyarakat.
Tak hanya itu, pemerintah desa disorot karena dianggap tidak netral dan lebih membuka ruang bagi kepentingan korporasi dibanding suara warga.
Massa mendesak penghentian proses AMDAL, pelibatan penuh masyarakat terdampak, serta transparansi dokumen lingkungan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada respons resmi dari pemerintah maupun pihak perusahaan.
APPAMALLA menegaskan, ini bukan akhir. “Kalau suara rakyat dibungkam, perlawanan akan dibesarkan,” seru mereka.
Aby








