BEKASI,PO – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin menyampaikan perkembangan terbaru terkait kecelakaan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, pada dini hari.
Dalam keterangan pers dari lokasi kejadian sekitar pukul 01.31 WIB, disampaikan bahwa hingga pukul 01.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak empat orang. Sementara itu, sebanyak 71 penumpang berhasil dievakuasi dari dalam rangkaian kereta dan saat ini tengah mendapatkan perawatan intensif.
“Seluruh korban luka akan mendapatkan penanganan medis secara optimal,” ujar Menteri Perhubungan.
Proses evakuasi hingga kini masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Petugas berupaya maksimal mengeluarkan korban yang masih terjebak di dalam gerbong kereta yang mengalami kerusakan cukup parah.
Berdasarkan informasi awal, insiden ini terjadi sekitar pukul 08.55 WIB, yang diduga dipicu oleh temperan dengan sebuah taksi berwarna hijau di perlintasan sebidang JPL 85. Peristiwa tersebut menyebabkan gangguan pada sistem operasional perkeretaapian di area emplasemen Stasiun Bekasi Timur.
Meski demikian, pemerintah belum menyimpulkan penyebab pasti kecelakaan. Proses investigasi sepenuhnya diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengungkap kronologi dan faktor penyebab secara menyeluruh.
Hingga laporan ini disampaikan, diperkirakan masih terdapat sekitar 6 hingga 7 orang penumpang yang terjebak di dalam rangkaian kereta. Petugas terus melakukan upaya penyelamatan dengan peralatan khusus.
Sementara itu, sebagian rangkaian Kereta Anggrek yang terdampak telah dilakukan pemotongan dan ditarik mundur guna mempercepat proses evakuasi serta penanganan di lokasi kejadian.
Pemerintah memastikan seluruh sumber daya telah dikerahkan untuk menangani insiden ini, sekaligus mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi yang terus diperbarui.
Sumber : Setkab RI








