BEKASI,PO – Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, kembali menyampaikan perkembangan terbaru terkait kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada Selasa pagi (pukul 06.35 WIB).
Dalam keterangannya, jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi tujuh orang. Sementara itu, sebanyak 81 penumpang dilaporkan mengalami luka-luka dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di sejumlah fasilitas kesehatan. “Hingga saat ini, masih terdapat tiga penumpang yang diketahui belum berhasil dievakuasi dan masih terperangkap di dalam rangkaian kereta,” katanya.
Lebih lanjut dijelaskan Bobby bahwa Proses evakuasi berlangsung cukup panjang, memakan waktu kurang lebih delapan jam. Hal tersebut disebabkan oleh upaya penyelamatan yang dilakukan secara hati-hati dengan mengedepankan aspek keselamatan bagi korban maupun petugas di lapangan.
“Sejauh ini, evakuasi terhadap 12 gerbong Kereta Api Argo Bromo Anggrek telah berhasil dilakukan. Seluruh rangkaian yang telah dievakuasi tersebut kini telah dipindahkan ke Stasiun Bekasi untuk penanganan lebih lanjut,” jelasnya.
Pihak KAI juga tengah mempersiapkan proses evakuasi lokomotif Kereta Api Argo Bromo Anggrek. Dalam pelaksanaannya, KAI terus berkoordinasi intensif dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan guna memastikan seluruh proses berjalan aman, cermat, dan tidak membahayakan korban yang kemungkinan masih berada di dalam rangkaian.
“Upaya evakuasi dan penanganan korban terus dilakukan secara maksimal oleh tim gabungan, sementara investigasi terkait penyebab kecelakaan masih menunggu hasil resmi dari pihak berwenang,” katanya.
Sumber : Setkab RU








