iklan Promo

Festival Literasi Bulukumba Dorong Digitalisasi Naskah Kuno Nusantara

BULUKUMBA,PO— Pelestarian naskah kuno Nusantara menjadi salah satu perhatian dalam Festival Literasi Bulukumba 2026. Memasuki hari kedua, Selasa (27/10/2026), kegiatan sosialisasi, identifikasi, pendaftaran, hingga digitalisasi naskah kuno digelar di Aula Perpustakaan Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Mengusung tema “Berdaya dan Sejahtera dengan Literasi”, kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga warisan intelektual bangsa sekaligus memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana dokumentasi dan penyebarluasan pengetahuan.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bulukumba, Ferryawan Zulfahmi, S.STP., M.M.Si.

Sejumlah narasumber dari kalangan pustakawan, akademisi, dan pegiat pernaskahan hadir memberikan pemahaman mengenai upaya pelestarian naskah kuno. Mereka adalah H. Syamsuddin, S.Pd., M.Mp., Pustakawan Ahli Madya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan; Prof. Dr. Muhlis Darmawan, Guru Besar Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin sekaligus Ketua Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) Sulawesi Selatan dan Barat; serta Irhyl Makkatutu, yang membawakan materi tentang naskah kuno dan kiprah Tanda Baca.

Diskusi berlangsung dengan dipandu Zulkarnain Patwa, Direktur Rumah Belajar Bersama, selaku moderator.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan pada tahapan penting pelestarian naskah kuno, mulai dari identifikasi dan pendaftaran hingga dokumentasi digital. Langkah ini diperlukan untuk membantu menjaga keberadaan naskah bersejarah agar tetap dapat dipelajari dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Naskah kuno memiliki nilai lebih dari sekadar benda peninggalan masa lalu. Di dalamnya tersimpan jejak sejarah, bahasa, tradisi, pemikiran, serta pengetahuan yang merekam perjalanan peradaban masyarakat Nusantara. Kehilangan naskah tersebut berarti berisiko kehilangan sebagian sumber penting untuk memahami identitas dan perkembangan kebudayaan bangsa.

Karena itu, pelestarian pernaskahan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, pustakawan, komunitas literasi, hingga masyarakat yang menyimpan atau mewarisi naskah kuno.

Digitalisasi menjadi salah satu langkah strategis untuk memperluas akses terhadap isi naskah sekaligus mendukung dokumentasi jangka panjang. Meski demikian, proses tersebut perlu disertai perlindungan terhadap naskah asli agar nilai sejarah dan kondisi fisiknya tetap terjaga.

Melalui Festival Literasi Bulukumba 2026, kolaborasi antara pemerintah, kalangan akademisi, dan komunitas diharapkan semakin kuat dalam membangun budaya literasi serta meningkatkan kepedulian terhadap warisan budaya lokal dan Nusantara.

Kegiatan ini juga mempertegas peran perpustakaan bukan hanya sebagai tempat membaca, melainkan sebagai pusat pembelajaran, dokumentasi, dan pengembangan pengetahuan yang menghubungkan warisan masa lalu dengan kebutuhan generasi masa kini.

Dengan memadukan literasi, pelestarian budaya, dan pemanfaatan teknologi digital, upaya menjaga naskah kuno diharapkan semakin berkembang sehingga kekayaan intelektual Nusantara tetap hidup, dikenal, dan dapat dimanfaatkan oleh generasi mendatang.

 

Iswanto