MAKASSAR,PO – Pemerintah Kabupaten Bantaeng membuka peluang kerja sama dengan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin dalam rangka penguatan sumber daya manusia dan pengembangan potensi daerah.
Langkah tersebut ditandai dengan kunjungan Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, ke Fakultas Ilmu Budaya Unhas di Makassar, Kamis (25/6/2026). Pertemuan berlangsung di ruang rapat FIB Unhas dan menjadi tindak lanjut atas komunikasi yang sebelumnya telah dibangun antara kedua pihak.
Dalam diskusi tersebut, sejumlah peluang kolaborasi dibahas, salah satunya terkait pengajaran Bahasa Jepang bagi calon tenaga kerja yang akan bekerja di Jepang. Program ini direncanakan dapat dilaksanakan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) dan Akademi Komunitas (AKOM) Bantaeng.
Bupati Fathul Fauzy Nurdin menjelaskan bahwa pemerintah daerah memiliki fasilitas pelatihan yang memadai, namun masih menghadapi keterbatasan tenaga pengajar Bahasa Jepang.
“Kami memiliki AKOM dan BLK yang dapat dimanfaatkan untuk pelatihan Bahasa Jepang bagi calon tenaga kerja. Namun, ketersediaan pengajar masih menjadi tantangan sehingga kami berharap FIB Unhas dapat menjadi mitra dalam mendukung program ini,” ujarnya.
Selain penguatan kapasitas tenaga kerja, pertemuan tersebut juga membahas kemungkinan kerja sama di bidang akademik dan kebudayaan. Salah satu gagasan yang mengemuka adalah penyusunan identitas daerah Kabupaten Bantaeng melalui kegiatan riset bersama yang melibatkan akademisi dan pemerintah daerah.
Hasil penelitian tersebut nantinya dapat ditindaklanjuti melalui berbagai forum ilmiah, seperti seminar, workshop, focus group discussion (FGD), hingga kuliah umum yang bertujuan memperkuat pemahaman dan promosi identitas daerah.
Kolaborasi antara Pemkab Bantaeng dan FIB Unhas diharapkan mampu menghadirkan program-program yang tidak hanya mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga memperkuat karakter dan daya saing daerah di tengah tantangan pembangunan yang terus berkembang.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Putri Fatimah Nurdin, dosen Universitas Hasanuddin yang juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Bantuan Hukum Perempuan dan Anak Bangkit (YBH PA Bangkit).
Rdks









