BULUKUMBA,PO – Penanganan kasus dugaan penikaman terhadap seorang pemuda bernama Muhammad Alif Andank (25) di Kabupaten Bulukumba menuai sorotan. Keluarga korban dan Lembaga Panrita Bersatu Bulukumba (LPBB) mempertanyakan lambatnya proses penangkapan terhadap terduga pelaku yang hingga kini masih berkeliaran.
Peristiwa penikaman itu terjadi di Jalan Nenas, Kelurahan Loka, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, tepat di samping Masjid Agung, pada Kamis malam (16/7/2026).
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami empat luka tusuk, masing-masing satu luka di dada sebelah kiri dan tiga luka di bagian punggung. Keluarga korban diketahui telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Ujung Bulu pada malam kejadian.
Ketua Basis Lembaga Panrita Bersatu Bulukumba (LPBB), Riswan, yang akrab disapa Omblack, mengaku kecewa terhadap penanganan kasus tersebut. Menurutnya, aparat kepolisian telah mengantongi identitas terduga pelaku bahkan telah mendatangi rumahnya, namun hingga kini belum berhasil melakukan penangkapan.
“Kami mempertanyakan keseriusan aparat dalam menangani kasus ini. Jika dalam waktu satu minggu pelaku belum juga ditangkap, Kapolsek Ujung Bulu sebaiknya bertanggung jawab atas lambatnya penanganan perkara ini,” tegas Riswan saat ditemui di salah satu warung kopi di Bulukumba, ujarnya Senin 20 Juli 2026.
Ia juga menyatakan LPBB akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolsek Ujung Bulu selama tiga hari berturut-turut apabila pelaku belum berhasil diamankan.
Bahkan, Riswan mengancam akan melakukan aksi jalan kaki dari Bulukumba menuju Makassar sambil membawa spanduk berisi tuntutan penegakan hukum. Menurutnya, jika aksi tersebut sampai di Polda Sulawesi Selatan, pihaknya akan menyerahkan sejumlah laporan masyarakat yang dinilai belum mendapat tindak lanjut secara maksimal.
“Kami akan membawa seluruh laporan masyarakat yang hingga kini belum menunjukkan perkembangan, termasuk kasus-kasus kekerasan dan percobaan pembunuhan yang pelakunya belum berhasil ditangkap,” ujarnya.
Sementara itu, pihak Polsek Ujung Bulu, Ipda Kamaruddin, S.Sos., saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa proses penyelidikan masih terus berjalan. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk saksi yang berada di lokasi kejadian.
“Korban sampai saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit sehingga keterangannya belum bisa diambil. Tim URC masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. Kami juga mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan pelaku agar segera memberikan informasi kepada kepolisian untuk segera kami tindak lanjuti. Kepada pelaku, kami meminta agar segera menyerahkan diri,” ujar Ipda Kamaruddin.
Iswanto
Editor : Amin









