BANTAENG,PO — Pemerintah Kabupaten Bantaeng memanfaatkan momentum peringatan Hari Jadi ke-357 Sulawesi Selatan untuk memperkenalkan potensi unggulan daerah. Hal itu ditunjukkan melalui keikutsertaan Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Bantaeng, Gunya Paramasukhaputri, dalam Jalan Sehat Anti Mager di Makassar, Minggu (18/10/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 06.00 WITA tersebut dipusatkan di depan Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar. Jalan sehat ini dibuka oleh Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, bersama Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, dan diikuti sejumlah kepala daerah beserta jajaran pemerintah kabupaten/kota.

Bupati Bantaeng mengapresiasi pelaksanaan Jalan Sehat Anti Mager yang dinilainya tidak hanya mengajak masyarakat membiasakan pola hidup aktif, tetapi juga menghadirkan kegiatan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Gubernur Sulsel yang selalu menggelar Anti Mager. Kegiatan ini bermanfaat langsung kepada masyarakat,” ujarnya.
Selain jalan sehat, rangkaian peringatan HUT ke-357 Sulsel juga diisi dengan Kirab Swasembada Pangan atau karnaval kendaraan hias, pasar murah, serta bursa kerja (job fair). Berbagai agenda tersebut menghadirkan perpaduan antara kampanye kesehatan, promosi potensi daerah, pelayanan ekonomi, dan kesempatan kerja.
Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dalam sambutannya menegaskan bahwa gerakan Anti Mager bukan sekadar aktivitas olahraga, melainkan ajakan untuk membangun kebiasaan hidup sehat, aktif, dan produktif.
Ia berharap gerakan tersebut semakin meluas di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat pelaksanaan program pembangunan daerah.
Dalam Kirab Swasembada Pangan, Kabupaten Bantaeng menampilkan kendaraan hias dengan replika komoditas unggulan sektor pertanian dan hortikultura. Penampilan tersebut menjadi sarana memperkenalkan kontribusi daerah dalam mendukung ketahanan pangan di Sulawesi Selatan.
Bantaeng selama ini mengembangkan sektor pertanian, termasuk produksi benih dan komoditas hortikultura. Dukungan teknologi pertanian modern diharapkan semakin memperkuat kualitas produksi sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi petani.
Tak hanya menonjolkan sektor pangan, ornamen kendaraan hias Bantaeng juga menggambarkan Kawasan Industri Bantaeng (KIBA) dan pembangunan infrastruktur terintegrasi sebagai bagian dari arah pengembangan ekonomi daerah.

Konektivitas jalan dan fasilitas publik menjadi faktor penting untuk mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian, aktivitas industri, serta akses masyarakat terhadap berbagai layanan.
Melalui partisipasi dalam rangkaian HUT Sulsel ini, Pemkab Bantaeng turut memperkenalkan potensi daerah sekaligus menunjukkan keterkaitan antara penguatan sektor pangan, pengembangan industri, dan pembangunan infrastruktur.
Pemerintah daerah berharap pengembangan berbagai sektor tersebut dapat membuka peluang ekonomi, memperluas manfaat pembangunan bagi masyarakat, serta mendukung pertumbuhan Sulawesi Selatan yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan semangat Anti Mager, Bantaeng membawa pesan tentang pentingnya masyarakat yang sehat, produktif, dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan, sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Editor : Redaksi









