iklan Promo

Rektor Baru UIT Tancap Gas, Bidik Kedokteran hingga Pertambangan

MAKASSAR,PO — Universitas Indonesia Timur (UIT) memasuki fase baru kepemimpinan. Prof. Dr. Syamsir Dewang, M.Eng.Sc., F.Med., resmi dilantik sebagai Rektor UIT periode 2026–2030 dengan membawa agenda penguatan tata kelola, inovasi akademik, hingga pengembangan program studi strategis.

Pelantikan berlangsung di Ruang Yayasan, Kampus 5 UIT, Jalan Abdul Kadir No. 70, Makassar. Pengambilan sumpah jabatan dipimpin Wakil Ketua Yayasan Indonesia Timur Aminuddin, S.H., M.H., mewakili Ketua Yayasan Indonesia Timur H. Haruna, M.A., M.B.A.

Setelah resmi menjabat, Prof. Syamsir kemudian memimpin pelantikan jajaran pimpinan dan civitas akademika UIT untuk periode yang sama. Mereka terdiri atas para wakil rektor, Direktur Program Pascasarjana, pejabat struktural hingga tenaga pendidik.

Hadir dalam agenda tersebut Plt. Kepala LLDIKTI Wilayah IX Prof. Dr. dr. Budu, Ph.D., Sp.M(K), Ketua Yayasan Indonesia Timur H. Haruna, Rektor UIT periode sebelumnya Dr. Abdul Rahman, S.Pt., S.E., M.M., M.Kes., Direktur RSU Wisata UIT Hj. Rahayu, S.ST., M.Kes., Badan Pengawas H. Ambo Asse, serta jajaran Badan Pengawas Yayasan.

Dalam pidato perdananya sebagai rektor, Prof. Syamsir menempatkan pembenahan tata kelola perguruan tinggi sebagai salah satu agenda utama kepemimpinannya.

Ia menegaskan, UIT memiliki modal akademik dan sejarah yang kuat sehingga perlu diperkuat melalui penerapan good university governance sekaligus peningkatan inovasi.

“Universitas Indonesia Timur memiliki nama besar dan rekam jejak yang kuat. Fokus utama kita ke depan adalah perbaikan sistem manajemen tata kelola serta mendorong inovasi tinggi dalam pengembangan program studi yang selaras dengan kebutuhan pembangunan nasional,” kata Prof. Syamsir.

Selain pembenahan internal, kepemimpinan baru UIT juga diarahkan pada pengembangan program studi yang dinilai memiliki kebutuhan besar di tingkat nasional.

Sejumlah bidang yang menjadi prioritas antara lain Fakultas Kedokteran, Program Profesi Apoteker dan Teknik Pertambangan.

Menurut Prof. Syamsir, pengembangan tersebut diarahkan untuk menjawab kebutuhan sumber daya manusia di sektor kesehatan dan bidang teknis yang memiliki keterkaitan dengan perkembangan industri.

“Bangsa kita masih mengalami kekurangan tenaga medis dan ahli teknis. Di Sulawesi Selatan, penyelenggara prodi pertambangan masih sangat terbatas, padahal potensi industrinya sangat besar. UIT bertekad mengambil peran strategis ini untuk mencetak SDM unggul yang relevan dengan tantangan zaman,” ujarnya.

Ketua Yayasan Indonesia Timur H. Haruna mengatakan pergantian kepemimpinan UIT menjadi bagian dari upaya penyegaran organisasi.

Menurut dia, penataan struktur dilakukan sekitar 25 persen, baik di lingkungan universitas maupun RS Wisata UIT.

Haruna juga menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Dr. Abdul Rahman pada periode sebelumnya dan berharap kepemimpinan Prof. Syamsir mampu membawa UIT merespons perubahan yang berlangsung cepat.

“Jabatan Rektor mengacu pada statuta universitas. Saat ini yayasan menaungi dua entitas utama, yaitu Universitas dan Rumah Sakit. Kami mempercayakan penuh kepemimpinan ini kepada Prof. Syamsir bersama para pimpinan 12 fakultas untuk mampu merespons perkembangan global yang berjalan sangat cepat,” tutur Haruna.

Ia juga berharap pendampingan LLDIKTI Wilayah IX terus diperkuat, terutama dalam pembinaan dan pengembangan UIT sebagai bagian dari perguruan tinggi di kawasan Indonesia Timur.

Plt. Kepala LLDIKTI Wilayah IX Prof. Dr. dr. Budu, Ph.D., Sp.M(K), menilai UIT memiliki modal yang cukup besar untuk melakukan transformasi menghadapi perkembangan pendidikan berbasis digital dan pembelajaran hibrida.

Ia menekankan pentingnya penguatan sistem penjaminan mutu akademik, pengembangan karier dosen serta perluasan prestasi dan jejaring kerja sama perguruan tinggi.

LLDIKTI, kata Prof. Budu, akan terus menjalankan fungsi pendampingan, termasuk memastikan pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), memfasilitasi pengembangan karier fungsional dosen hingga jenjang Lektor Kepala dan Guru Besar, serta mendorong mahasiswa dan institusi memperluas prestasi dan kerja sama.

“UIT memiliki ekosistem yang besar, mulai dari jumlah mahasiswa, prodi, hingga unit usaha pendukung seperti rumah sakit. Ini adalah energi dan daya dorong besar bagi UIT untuk bertransformasi, tidak hanya menjadi kampus terkemuka di Indonesia Timur, tetapi juga di tingkat nasional,” tegas Prof. Budu.

Dengan kepemimpinan baru periode 2026–2030, UIT kini menempatkan pembenahan tata kelola, penguatan mutu akademik, transformasi digital dan pembukaan program studi strategis sebagai bagian dari arah pengembangan institusi ke depan.

 

 

Humas UIT

Editor : Amin