BANTAENG, PO — UPT Puskesmas Lasepang terus mendorong budaya inovasi melalui Bimbingan Teknis Penguatan Inovasi Bidang Kesehatan yang berlangsung di ruang pertemuan UPT Puskesmas Lasepang.
Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Abd. Rahman Ramlan selaku Tenaga Ahli Inovasi Daerah dan Herianto. Bimtek diikuti Kepala UPT Puskesmas Lasepang bersama sejumlah staf dari berbagai bidang, mulai dari perawat, bidan, promosi kesehatan, administrasi kesehatan, kesehatan lingkungan hingga epidemiologi.
Dalam bimtek tersebut, peserta diajak memahami bahwa ide inovasi dapat muncul dari berbagai persoalan yang ditemukan petugas saat memberikan pelayanan, baik di dalam gedung puskesmas maupun ketika turun langsung ke masyarakat.
Selain menggali ide, peserta juga dibimbing mengenai cara mengembangkan gagasan menjadi sebuah inovasi, termasuk menyusun proposal agar inovasi memiliki tujuan, sasaran, tahapan pelaksanaan, serta arah pengembangan yang jelas.
Kepala UPT Puskesmas Lasepang, Fitri Yulianti Faisal Huda, S.Kep., Ns., M.Kep., turut mendorong agar program yang telah berjalan dapat terus dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat.
Salah satunya pengembangan program yang sebelumnya dikenal sebagai Posyandu Sore menjadi konsep “Posyandu Sore Ceria”, yang diarahkan untuk menjangkau kelompok sasaran, khususnya anak dan remaja yang relatif jarang datang ke posyandu.
“Tidak semua inovasi harus dimulai dari sesuatu yang benar-benar baru. Program yang sudah ada dapat dikembangkan ketika kita menemukan kebutuhan atau persoalan baru di masyarakat. Yang terpenting, inovasi tersebut memberikan manfaat dan menjawab kebutuhan sasaran,” ujar Fitri.
Melalui bimtek ini, Puskesmas Lasepang diharapkan semakin mampu melahirkan inovasi yang berangkat dari pengalaman dan persoalan nyata di lapangan, sehingga setiap tantangan pelayanan dapat menjadi peluang untuk menghadirkan perbaikan yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.
Abhy









