JAKARTA,PO — Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan pentingnya pembenahan data sebelum memperluas skala Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah tidak ingin besarnya program hanya tercermin dari angka, sementara data penerima, keberadaan dapur, hingga pelaksanaannya belum tertata secara akurat.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan, penguatan program MBG harus dibarengi dengan pembenahan menyeluruh di lapangan. Menurutnya, data menjadi fondasi utama agar setiap perluasan program benar-benar tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Program sebesar MBG tidak cukup hanya terlihat besar di angka. Datanya harus benar, dapurnya harus ada, dan kerjanya harus bisa dipertanggungjawabkan,” tegas Sudaryono, Sabtu (29/8/2026).
Ia menekankan, BGN akan terus melakukan penataan dan verifikasi agar tidak terjadi ketidaksesuaian antara data administrasi dengan kondisi riil di lapangan.
Langkah tersebut mencakup memastikan validitas data, keberadaan serta kesiapan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga pelaksanaan layanan MBG berjalan sesuai ketentuan.
Menurut Sudaryono, pembenahan bukan untuk memperlambat program, melainkan memastikan ekspansi MBG berjalan dengan fondasi yang kuat. Setiap data yang digunakan harus mencerminkan kondisi sebenarnya sehingga anggaran dan sumber daya negara dapat digunakan secara efektif.
“Wajib kita bereskan,” ujarnya.
Penegasan tersebut menjadi sinyal bahwa BGN tidak hanya mengejar percepatan cakupan penerima manfaat, tetapi juga memperkuat tata kelola program. Dengan data yang bersih dan valid, pengawasan diharapkan lebih mudah dilakukan sekaligus meminimalkan potensi persoalan dalam pelaksanaan MBG.
BGN memastikan proses penataan akan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas dan akuntabilitas program yang menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah tersebut.
Badan Gizi Nasional
Editor : Amin Redaksi









