iklan Promo

Makan Bareng, Aman Bareng: Keteladanan Guru Dimulai dari Hal Sederhana

JAKARTA,PO — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menekankan pentingnya keteladanan orang dewasa dalam membentuk karakter anak. Menurutnya, pendidikan karakter tidak hanya berlangsung melalui materi yang disampaikan di ruang kelas, tetapi juga melalui perilaku yang dicontohkan guru dan orang-orang di sekitar anak.

“Anak-anak tidak hanya belajar dari apa yang dikatakan gurunya. Mereka juga belajar dari apa yang dilakukan gurunya,” ujar Sudaryono, Kamis (27/8/2026).

Ia mengatakan, pembentukan karakter kerap dimulai dari kebiasaan sederhana yang diperlihatkan secara konsisten oleh orang dewasa. Sikap disiplin, kepedulian, tanggung jawab, hingga kebiasaan hidup sehat akan lebih mudah ditanamkan ketika anak melihat langsung contoh dalam kesehariannya.

Pesan tersebut sejalan dengan filosofi Jawa, “guru itu digugu dan ditiru”, yang bermakna seorang guru dipercaya sekaligus menjadi sosok yang perilakunya diteladani oleh peserta didik.

Dalam konteks program pemenuhan gizi anak, kebiasaan makan bersama juga dapat menjadi ruang untuk menanamkan nilai-nilai positif. Anak tidak hanya mendapatkan asupan makanan bergizi, tetapi juga belajar mengenai kebersamaan, kedisiplinan, kebersihan, serta kepedulian terhadap sesama.

Karena itu, keteladanan menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki karakter kuat.

Melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan bersama, pesan tentang hidup sehat dan membangun karakter diharapkan dapat tumbuh secara alami dalam keseharian anak.

Makan bersama bukan sekadar soal makanan, tetapi juga tentang membangun kebiasaan baik dan memberi contoh nyata kepada generasi penerus.

Badan Gizi Nasional

Editor : Amin Redaksi