JAKARTA,PO – Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, mengapresiasi upaya Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mengoptimalkan lahan idle atau lahan tidur di sekitar lembaga pemasyarakatan sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.
Apresiasi tersebut disampaikan Dudung saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Selasa (23/6/2026). Forum tersebut membahas strategi pemanfaatan aset negara yang belum produktif agar memberikan nilai ekonomi sekaligus manfaat sosial yang lebih luas.

Menurut Dudung, langkah yang dilakukan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan merupakan contoh konkret pengelolaan aset negara yang produktif. Selain mendukung program pembinaan warga binaan, pemanfaatan lahan tersebut dinilai mampu memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan ketahanan pangan yang menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah.
“Lahan yang sebelumnya tidak produktif kini dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang bernilai dan bermanfaat. Ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Dudung.
Ia menegaskan, Kantor Staf Presiden akan terus mengawal pelaksanaan program-program prioritas Presiden agar berjalan efektif dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Karena itu, berbagai kendala yang masih menghambat pemanfaatan lahan milik negara akan dikoordinasikan bersama kementerian dan lembaga terkait.
“Kami akan membantu mengomunikasikan dan mengoordinasikan berbagai persoalan yang ada agar tidak menjadi hambatan bagi program-program yang ditujukan untuk kepentingan masyarakat,” katanya.
Dudung menilai optimalisasi lahan idle tidak hanya meningkatkan produktivitas aset negara, tetapi juga dapat mendukung target swasembada pangan nasional. Ia berharap inisiatif yang telah dijalankan di lingkungan pemasyarakatan dapat menjadi model yang diterapkan oleh instansi pemerintah lainnya.
Menurutnya, pemanfaatan lahan yang selama ini belum tergarap secara maksimal dapat menjadi solusi dalam meningkatkan produksi pangan sekaligus mendukung pemberdayaan masyarakat dan pembinaan warga binaan.
“Semoga langkah ini dapat menjadi pilot project yang menginspirasi kementerian, lembaga, maupun institusi lainnya untuk memanfaatkan aset yang dimiliki guna mendukung ketahanan dan swasembada pangan Indonesia,” pungkasnya.
Sumber : Kantor Staf Presiden









