iklan Promo

Entaskan Penanganan ATS/APS di Jeneponto, Disdikbud-SMPN 1 Binamu Lakukan Ini

JENEPONTO,PO – Pemerintah Kabupaten Jeneponto melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kini telah gencar mendata terkait langkah-langkah strategis pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) dan Anak Putus Sekolah di Kabupaten berjuluk ‘Butta Turatea’.

Langkah-langkah strategis itu pun telah dilaksanakan oleh UPT Sekolah Menengah Pratama SMPN 1 Binamu Jeneponto.

Plt Kepala SMPN 1 Binamu Jeneponto, Abd Jalil menyampaikan, bahwa ini merupakan program pemerintah daerah untuk bagaimana kita bersama sama mementaskan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) atau Anak Putus Sekolah (APS). Disekolah SMPN 1 Binamu telah membentuk Tim, dimana tim inilah yang turun langsung kelapangan ke rumah anak yang tidak sekolah dan putus sekolah untuk disampaikan agar mereka bisa kembali melanjutkan bersekolah.

Tentunya, Tim menyampaikan ke mereka mereka ini untuk bagaimana bisa lanjut sekolah dan kita juga mendata anak ATS/APS yang masih berada di lokasi atau sudah berdomisili diluar” ucapnya, kepada awak media publikasionline.id saat di jumpai di ruang kerjanya, Jumat, 22 Mei 2026.

Kata dia, selama Tim yang menyasar ke lokasi kerumah rumah Anak Putus Sekolah (APS), Ia mengungkapkan terkadang ada kendala dilapangan, yaitu seperti sulitnya alamat yang sudah terdata sudah tidak berada di alamat tersebut.

“Bahkan, Tim pernah kelokasi pesisir, alamat yang didapatkan tak berada di lokasi, alamatnya sudah pindah,” cetusnya.

Plt Kepala SMPN 1 Binamu itu lebih jauh menjelaskan selama Tim ke lapangan menyampaikan hal hal baik untuk segera anak putus sekolah segera kembali melanjutkan jenjang pendidikannya. Ia pun telah membuat Pormat yang telah disediakan, termasuk didalamnya apa alasan tidak bersekolah serta solusi yang diberikan.

“Apa yang telah dilaksanakan Tim SMPN 1 Binamu, melalui pormat laporan tersebut. Kini telah diberikan kepada pihak pendidikan di MKKS,” sebutnya.

Untuk di SMPN 1 Binamu sendiri sudah memiliki daftar-daftar Anak Anak ATS/APS yang menurutnya lumayan banyak.

Maka dari, setelah mendata dilapangan, kini menindaklanjuti bagaimana anak tersebut bisa lanjut atau kah semisalnya ikut pada Ujian.

Abd Jalil pun berharap, agar anak anak kita yang telah didata kembali melanjutkan pendidikan. Agar tidak lagi Anak Putus Sekolah atau Anak Tidak Sekolah melalui Ujian sekolah, seperti anak kelas sembilan.

Tentunya, Permasalahan anak tidak sekolah menjadi perhatian bersama sehingga diperlukan sinergi seluruh pihak agar anak-anak kita dapat kembali memperoleh hak pendidikan yang layak di Kabupaten Jeneponto.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jeneponto, Alamsyah mengatakan, bahwa penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) dan Anak Putus Sekolah (APS) merupakan tugas kita bersama sama, dimana merupakan tanggung jawab yang dibutuhkan kolaborasi lintas sektor. Sehingga bagaimana ini dapat kita tekang.

Oleh karna itu, Kolaborasi penanganan dilakukan secara terpadu oleh berbagai lintas sektor berbagai faktor penyebab, disinilah kita memperkuat Integrasi Data ATS memperkuat sistem pendataan terpadu dan verifikasi data.

“Tentunya, saya berterima kasih kepada semua pihak lintas sektor yang telah bersama sama Dinas Pendidikan untuk bagaimana cara upaya kita agar ATS/APS di Jeneponto segera tertangani lewat penguatan dengan baik berkah kolaborasi kita semua,” ungkapnya, kepada awak media publikasionlien.id

 

Firmansyah