MAKASSAR,PO – Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas I Makassar menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bertajuk “Pelaksanaan Cetak Sawah dan Mitigasi Kekeringan Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026”.
Kegiatan yang diinisiasi oleh satuan kerja (satker) baru di bawah naungan Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Kementerian Pertanian Republik Indonesia ini, berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 21 hingga 22 Mei 2026, bertempat di Hall Anging Mamiri 2, Hotel Dalton.
Rakor ini diselenggarakan dalam rangka menindaklanjuti akselerasi pelaksanaan kegiatan cetak sawah, optimasi lahan (oplah), dan mitigasi kekeringan di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan untuk Tahun Anggaran 2026.
Melalui momentum ini, koordinasi dan sinkronisasi di lingkup wilayah Sulawesi Selatan dipandang sangat perlu untuk dilakukan. Oleh karena itu, acara ini mengundang berbagai pihak terkait, mulai dari Pimpinan Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian beserta jajaran, unit pelaksana tugas lingkup Kementan, unit pelaksana tugas mitra kerja, dinas pertanian kabupaten se-Sulawesi Selatan, dinas pengairan umum/sumber daya air se-Sulsel, hingga jajaran Kodim se-Sulsel. Turut hadir pula dalam pembukaan hari ini, Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) dan Bupati Luwu Utara.
Pelaksanaan rakor ini menjadi sangat krusial mengingat kondisi cuaca di Sulawesi Selatan saat ini sedang menghadapi anomali iklim yang sangat dinamis. Di satu sisi, BMKG Wilayah IV Makassar masih kerap merilis peringatan dini hujan lebat dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah. Namun di sisi lain, transisi iklim yang melaju lebih cepat dari prediksi membuat gejala kekeringan dan keterbatasan air mulai membayangi beberapa daerah sentra produksi pertanian.
Karena itu, rapat koordinasi ini bukan sekadar agenda administratif, melainkan sebuah benteng pertahanan untuk menyatukan strategi antara perluasan lahan (Cetak Sawah) dan pengamanan air (Mitigasi Kekeringan). Langkah terpadu ini wajib diambil agar Sulawesi Selatan sebagai lumbung pangan tetap kokoh di tengah cuaca yang semakin sulit diprediksi.
Rangkaian agenda diawali dengan sambutan dari Kepala BPLIP Kelas I Makassar Dr. Rustan Massinai, S.TP., M.Sc. sebelum membuka acara secara resmi. Dalam penyampaiannya, Kepala Balai menekankan pentingnya sinergi ini dalam mendukung program Presiden Republik Indonesia bersama Menteri Pertanian RI melalui program cetak sawah dan irigasi.
“Dalam mendukung program nasional ini, saya harap kita berkolaborasi dengan baik dari semua pihak. Melalui program ini, kami BPLIP hanya sebagai perpanjangan tangan,” ujar Kepala Balai menutup sambutannya.
Respons positif juga datang dari daerah. Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, S.IP., MM. mengungkapkan rasa terima kasihnya atas terselenggaranya kegiatan ini dan dukungan yang diberikan ke daerahnya.
“Kehadiran dari BPLIP Kelas I Makassar memberi kita dorongan dan dukungan kepada kami di Sidrap melalui program Kementerian Pertanian, sehingga produktivitas kami meningkat, biaya produksi menurun, dan masyarakat kami di Sidrap bertumbuh ekonominya,” ungkap Bupati Sidrap.
Hari pertama rincian acara diisi oleh beragam narasumber yang kompeten di bidangnya, di antaranya perwakilan dari Dinas Pertanian Provinsi Sulsel, Polda Sulsel, Pangdam XIV/Hasanuddin, PLN, Kejaksaan Tinggi, hingga BMKG. Rangkaian kegiatan pada hari tersebut kemudian ditutup dengan sesi diskusi yang berjalan cukup alot namun tetap berkualitas.(*)








