JENEPONTO,PO – Animo warga berdatangan di stand Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di gelar di 24 Kabupaten/Kota se- Provinsi Sulawesi Selatan itu terlihat.
Berjejeran stad yang telah disediakan oleh pihak Pemerintah Kabupaten Jeneponto melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pelaku UMKM dan Dekranasda serta nstansi terkait guna membantu warga memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang relatif lebih murah dibanding harga pasar.
Gerakan Pasar Murah (GPM) dalam rangka Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi serta menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan.
Di Kabupaten Jeneponto. kegiatan tersebut dipusatkan di Pelataran Dekranasda, Kelurahan Empoang,Kecamatan Binamu, Kamis, 21 Mei 2026, mulai pukul 09.22 WITA.
Tingginya animo warga yang datang langsung untuk memperoleh untuk memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dibanding di pasaran. Tentunya langkah konkret ini pemerintah daerah laksanakan guna menjaga daya beli di tengah kebutuhan jelang Hari Raya Idul Adha.
Pantaun, awak media publikasionline.id, di lokasi antusias diserbu warga terlihat ramainya pengunjung yang memadati lokasi tersebut.
Masyarakat yang datang ingin membeli bahan pokok sembako, mulai dari Beras, Minyak Goreng, Telur dan Sayur sayuran hingga dari UMKM lainya.
Seperti Ibu Hajrah, Ia sengaja datang membeli kebutuhan pokok berupa beras dan minyak untuk kebutuhan sehari hari hingga menjelang Idul Adha.
“Iye, saya segaja singgah disini, kebetulan tadi saya mau ke pasar. Namun, disini terlihat ramai ternyata ada pasar murah. Disinilah saya berbelanja kebutuhan pokok, seperti beras dan minyak,” ucap warga itu sembari menenteng kantong hitam berisi sembako.
Hal senada disampaikan, Ibu Wati salah satu warga yang datang membeli sembako dengan sangat murah dibandingkan harga di pasaran.
“Ia, murah tawa harganya pak, dari harga pasaran, seperti minyak goreng dan gula,” Akuinya.
Langka Nyata Pemerintah Kabupaten Jeneponto dalam pengendalian inflasi daerah sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah potensi peningkatan permintaan bahan pangan sangat dirasakan manfaatnya.
Sementara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jeneponto, Rahmat Sasmito mengatakan, bahwa kegiatan ini untuk meringankan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok jelang Hari Raya Idul Adha 2026.
Ia pun kepada masyarakat Jeneponto agar kegiatan ini dapat di berikan keringanan selain itu kegiatan ini juga untuk menjaga Indeks implasi kita dengan kondisi terjangkau.
“Allhamududilah, setiap kegiatan animo masyarakat sangat antusias, karna dari harga di pasaran itu, disini relatif murah seperti, minyak goreng. Jadi segera manfaat momentnya, tapi tidak diperbolehkan masyarakat terlalu memborong pangan yang dijual,” ungkapnya.
Lebih Jauh, Ia menjelaskan bahwa berbagai rangkain GPM telah dilaksanakan, Hari ini merupakan rangkain puncak yang dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan di berbagi lokasi pasar tradisional di Kabupaten Jeneponto, termasuk di pasar Allu Bangkala, Bontoramba dan Tarowang.
Diketahuai, Adapun Bahan pangan pokok disediakan dalam kegiatan ini Gerakan Pasar Murah (GPM) dengan harga yang jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar umum.
Di antaranya minyak goreng dijual seharga Rp15.500 per liter, gula pasir 17.500/kg
telur ayam Rp 48.000/rak, beras sphp Rp 57.000/5kg, sementara, Bawang putih 38.000/kg dan bawang merah berada di harga 30.000/kg perkemasan serta cabe merah kriting 20.000, Kg, cabe rawit merah 50.000,Kg, dan aneka sayur sayuran Rp 10.000, perkemasan.
Diketahui, Kegiatan GPM yang di Gelar di Pelataran Dekranasda Jeneponto pun bakal digelar selama dua hari.
Firmansyah








