iklan Promo

FKM UIT Jalin Kerja Sama dengan Empat Sekolah di Bulukumba

BULUKUMBA,PO – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Timur (FKM UIT) melaksanakan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) sekaligus implementasi kerja sama dengan empat sekolah di Kabupaten Bulukumba melalui kegiatan sosialisasi manajemen bencana. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, Kamis–Sabtu, 7–9 Mei 2026 kemarin.

Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen FKM UIT dalam mendukung peningkatan kapasitas kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah melalui program pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan dosen dan mahasiswa Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat FKM UIT.

Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Dekan FKM UIT Marhtyni, S.KM., M.Kes., Ketua Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat FKM UIT Rahma Sri Susanti, S.KM., M.Kes., serta dosen mata kuliah Manajemen Bencana dan KLB, Nismawati, S.Si., M.Kes. Mahasiswa Kesehatan Masyarakat FKM UIT angkatan 2024 juga turut menjadi pelaksana utama sosialisasi di masing-masing sekolah.

Dalam sambutannya, Dekan FKM UIT Marhtyni menyampaikan bahwa sekolah merupakan lingkungan penting dalam pembentukan kesiapsiagaan bencana sejak dini. Menurutnya, edukasi mitigasi dan manajemen bencana perlu diberikan kepada peserta didik agar mampu mengenali risiko, melakukan tindakan penyelamatan, serta meminimalkan dampak saat terjadi bencana.

“Kegiatan ini penting dilakukan di sekolah karena siswa merupakan kelompok yang rentan saat terjadi bencana. Melalui edukasi dan simulasi sederhana, diharapkan siswa memiliki kesiapan, pengetahuan, dan kemampuan mengambil tindakan cepat serta tepat dalam situasi darurat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Prodi S1 Kesehatan Masyarakat FKM UIT, Rahma Sri Susanti, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak sekolah yang telah menerima mahasiswa dan dosen FKM UIT dengan baik.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh kepala sekolah, guru, dan siswa yang telah memberikan sambutan hangat serta dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Kami merasakan antusiasme dan semangat yang luar biasa dari setiap sekolah dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana di lingkungan pendidikan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata dari konsep kurikulum berdampak, di mana proses pembelajaran mahasiswa tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga diterapkan langsung kepada masyarakat melalui edukasi dan pengabdian.

Dosen mata kuliah Manajemen Bencana dan KLB, Nismawati, S.Si., M.Kes., menilai kegiatan sosialisasi ini penting bagi mahasiswa Kesehatan Masyarakat karena menjadi wadah untuk mengasah kemampuan komunikasi, edukasi kesehatan, dan penerapan ilmu secara langsung di masyarakat.

“Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kampus, tetapi juga belajar bagaimana menyampaikan edukasi kepada masyarakat, membangun kerja sama tim, dan memahami kondisi nyata di lapangan. Ini menjadi pengalaman penting dalam membentuk kompetensi calon tenaga kesehatan masyarakat yang profesional dan responsif terhadap kondisi bencana,” jelasnya.

Ketua Tingkat mahasiswa Kesmas FKM UIT angkatan 2024, Ahmad Badawi, juga mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami karena dapat meningkatkan rasa percaya diri, kemampuan public speaking, dan pengalaman terjun langsung memberikan edukasi kepada masyarakat sekolah. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan agar mahasiswa semakin siap menghadapi dunia kerja dan pengabdian masyarakat,” tuturnya.

Sosialisasi manajemen bencana ini juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat. Kabupaten Bulukumba sendiri memiliki potensi risiko bencana seperti banjir, kebakaran, tanah longsor, dan gempa bumi sehingga edukasi kepada generasi muda dinilai sangat penting.

Adapun sekolah yang menjadi lokasi kegiatan sosialisasi, yakni SMAN 2 Bulukumba di Kecamatan Bulukumpa dengan tema manajemen bencana kebakaran, MAS Darul-Qalam Bulukumba di Kecamatan Bulukumpa dengan tema manajemen bencana banjir, SMAN 6 Bulukumba di Kecamatan Herlang dengan tema manajemen bencana tanah longsor, serta SMKN 7 Bulukumba di Kecamatan Kajang dengan tema manajemen bencana gempa bumi.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa FKM UIT tidak hanya memperoleh pengalaman praktik lapangan, tetapi juga berkontribusi langsung dalam meningkatkan literasi kesehatan dan kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah. Pihak sekolah pun menyambut positif kerja sama tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan guna menciptakan sekolah yang tangguh terhadap bencana serta memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan dunia pendidikan.

(Humas UIT)