JENEPONTO,PO — Kelangkaan LPG bersubsidi 3 kilogram mulai dikeluhkan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Kondisi tersebut disebut telah berlangsung sekitar sepekan dan membuat masyarakat harus mencari gas hingga ke lokasi yang cukup jauh.
Kelangkaan juga diikuti kenaikan harga di tingkat pengecer. Warga mengaku harus merogoh kocek antara Rp25 ribu hingga Rp35 ribu untuk mendapatkan satu tabung LPG 3 kilogram.
Seorang warga Kecamatan Binamu mengatakan, kondisi tersebut mulai dirasakan dalam sepekan terakhir. Selain sulit memperoleh LPG bersubsidi, jarak pengecer yang menyediakan gas juga menjadi persoalan bagi masyarakat.
“Sudah seminggu ini langka untuk membeli tabung gas elpiji 3 kilogram. Untuk mendapatkannya, kami harus mencari sampai ke tempat yang jaraknya cukup jauh,” ungkap warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, Selasa (8/9/2026).
Menurut dia, harga LPG 3 kilogram yang biasanya lebih terjangkau kini mengalami kenaikan cukup signifikan di tingkat pengecer. Warga bahkan harus membayar hingga Rp35 ribu per tabung.
“Kami mendapatkan gas melon dengan harga Rp25 ribu sampai Rp35 ribu per tabung. Kondisi ini sangat meresahkan, terutama bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah karena gas merupakan salah satu kebutuhan utama rumah tangga,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan warga Kecamatan Turatea. Ia mengaku dalam beberapa hari terakhir LPG 3 kilogram semakin sulit diperoleh dan harga di tingkat pengecer mengalami kenaikan.
“Sudah beberapa hari ini agak langka. Kalaupun mendapatkan, harganya melonjak, mulai Rp20 ribu sampai Rp35 ribu per tabung,” katanya.
Kondisi tersebut membuat masyarakat meminta pemerintah bersama instansi terkait segera turun tangan melakukan pengawasan terhadap distribusi LPG bersubsidi 3 kilogram di wilayah Jeneponto.
Warga berharap distribusi LPG bersubsidi dapat kembali normal sehingga masyarakat tidak kesulitan mendapatkan kebutuhan energi rumah tangga tersebut. Pengawasan juga dinilai penting untuk memastikan harga LPG 3 kilogram di tingkat konsumen tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Masyarakat juga berharap pemerintah menelusuri penyebab kelangkaan, termasuk memastikan distribusi dari pangkalan hingga pengecer berjalan sesuai mekanisme dan LPG bersubsidi benar-benar diterima masyarakat yang berhak.
Firmansyah
Editor : Amin Redaksi









