BANTAENG, PO — UPT Puskesmas Bissappu terus memperkuat upaya pencegahan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah kerjanya. Selasa (8/9/2026), tim Puskesmas Bissappu melaksanakan Penyelidikan Epidemiologi (PE), edukasi, dan survei vektor di Cabodo, Kelurahan Bonto Sunggu.
Kegiatan dilakukan di sekitar lokasi pasien kasus DBD dengan tujuan mengetahui potensi penularan, menemukan kemungkinan kasus tambahan, sekaligus mencegah penyebaran penyakit lebih luas di lingkungan sekitar penderita.
Kepala UPT Puskesmas Bissappu, Bdn. Fitriani Ramli, S.Tr.Keb, mengatakan penanganan DBD membutuhkan langkah cepat dan terintegrasi, terutama melalui pemantauan lingkungan serta peningkatan kewaspadaan masyarakat.
> “Ketika ditemukan kasus DBD, kami tidak hanya berfokus pada pasien, tetapi juga melakukan penyelidikan di lingkungan sekitar. Survei jentik dan edukasi penting untuk mengetahui potensi penularan sekaligus mendorong masyarakat bersama-sama memberantas tempat berkembang biaknya nyamuk,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan penyelidikan epidemiologi, edukasi kepada masyarakat, serta survei jentik sebagai bagian dari pemantauan keberadaan vektor DBD.
Kegiatan melibatkan petugas surveilans, petugas DBD, dan petugas promosi kesehatan Puskesmas Bissappu.
Puskesmas Bissappu mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan 3M Plus, terutama dengan rutin menguras, menutup, dan mendaur ulang barang yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
Abhy









