WAJO,PO — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bantaeng melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Wajo sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XVIII Sulawesi Selatan Tahun 2026.
Kunjungan tersebut dipimpin langsung Ketua KONI Kabupaten Bantaeng, H. Tasrif Labandu, SE, didampingi Ketua Harian A. Mappatoba, S.Pd., M.Si, Sekretaris KONI Bantaeng Firdaus, S.Pd., M.Pd, Wakil Sekretaris Ahmad Idzar, S.Pd., M.Pd, serta Muh. Ilham Tiro, S.Pd dan sejumlah pengurus KONI Bantaeng.
Kedatangan rombongan KONI Bantaeng disambut hangat oleh Sekretaris KONI Kabupaten Wajo, Muhammad Askar. Dalam sambutannya, Muhammad Askar menyampaikan ucapan selamat datang kepada jajaran pengurus KONI Bantaeng sekaligus menyambut baik koordinasi yang dilakukan dalam rangka persiapan PORPROV XVIII.
Kunjungan ini memiliki sejumlah agenda penting, yakni pemantauan venue pertandingan PORPROV XVIII Tahun 2026, penjajakan lokasi pemondokan Kontingen Kabupaten Bantaeng, serta koordinasi teknis terkait akses, fasilitas dan berbagai kebutuhan kontingen selama berada di Kabupaten Wajo.
Usai pertemuan, rombongan KONI Bantaeng melanjutkan kegiatan dengan mengunjungi sejumlah venue yang akan digunakan untuk pertandingan PORPROV XVIII di Kabupaten Wajo.

Dari informasi sementara, terdapat 22 venue pertandingan yang tersebar di wilayah Kabupaten Wajo. Venue-venue tersebut nantinya menjadi lokasi pertandingan berbagai cabang olahraga yang akan diikuti oleh kontingen dari kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.
Sementara itu, Kontingen Kabupaten Bantaeng diproyeksikan akan mengikuti pertandingan pada sejumlah cabang olahraga yang venue pertandingannya ditempatkan di Wajo. Sedikitnya 17 cabang olahraga yang diikuti Bantaeng akan beraktivitas di wilayah tersebut, meskipun jumlah dan penempatan cabang olahraga masih bersifat dinamis.
Hal tersebut disebabkan KONI Provinsi Sulawesi Selatan hingga saat ini belum menerbitkan SK penetapan final terkait venue dan penempatan cabang olahraga.
Sekretaris KONI Bantaeng, Firdaus, menilai kepastian venue menjadi salah satu aspek penting yang harus segera dituntaskan agar seluruh kontingen dapat melakukan persiapan secara lebih terukur.
“Kami berharap KONI Sulawesi Selatan dapat segera menugaskan Technical Delegate untuk memastikan kelayakan sekaligus kepastian setiap venue pertandingan. Hal ini penting agar cabang olahraga, atlet dan official dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik,” ujarnya, Senin 7 September 2026.
Firdaus menambahkan, meskipun penetapan venue secara resmi masih berproses, KONI Bantaeng memilih untuk hadir lebih awal di Kabupaten Wajo.
Langkah tersebut dilakukan untuk memetakan berbagai kebutuhan kontingen, terutama berkaitan dengan jarak dan akses menuju venue, alternatif pemondokan, fasilitas pendukung, transportasi serta kebutuhan teknis lainnya.
“Meski penetapan venue masih dinamis, kami tetap hadir lebih awal di Wajo. Tujuannya untuk memastikan kemudahan akses dan dukungan teknis bagi Kontingen Kabupaten Bantaeng saat bertanding pada PORPROV XVIII yang dilaksanakan di Kabupaten Wajo,” jelasnya.
Menurutnya, persiapan kontingen tidak hanya berbicara mengenai kesiapan atlet menghadapi pertandingan, tetapi juga menyangkut manajemen kontingen, akomodasi, transportasi, konsumsi, akses menuju venue dan dukungan teknis selama pelaksanaan pertandingan.
Karena itu, pemantauan langsung di lapangan dinilai penting agar berbagai potensi kendala dapat diidentifikasi dan dicarikan solusi sebelum pelaksanaan PORPROV.
Ketua KONI Bantaeng H. Tasrif Labandu, SE menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran KONI Kabupaten Wajo yang telah menerima rombongan KONI Bantaeng dengan baik.
Menurutnya, koordinasi antarkabupaten menjadi bagian penting dalam membangun suasana olahraga yang kondusif, terlebih Kabupaten Wajo menjadi salah satu daerah yang akan menjadi tuan rumah pelaksanaan PORPROV XVIII Tahun 2026.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada KONI Kabupaten Wajo, khususnya Bapak Sekretaris KONI Wajo beserta jajaran, atas sambutan yang sangat hangat. Kunjungan ini bukan hanya untuk melihat venue, tetapi juga membangun koordinasi dan komunikasi agar pelaksanaan PORPROV di Wajo dapat berjalan dengan baik,” kata H. Tasrif.
Ia berharap komunikasi antara KONI Bantaeng dan KONI Wajo dapat terus terjalin hingga pelaksanaan PORPROV XVIII selesai.
Bagi KONI Bantaeng, kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen untuk mempersiapkan Kontingen Bantaeng secara lebih matang, sehingga para atlet dapat berkonsentrasi penuh memberikan prestasi terbaik bagi daerah tanpa terganggu persoalan teknis di lapangan.
“Kita ingin atlet fokus bertanding dan berprestasi. Karena itu, berbagai kebutuhan teknis harus dipersiapkan sejak awal,” tegasnya.
Tim Redaksi









