iklan Promo

KKN Unhas dan BPOM Bentuk Kader Keamanan Pangan di Bonto Rannu

BANTAENG, PO – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pangan yang aman dan berkualitas terus dilakukan di Kabupaten Bantaeng. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) berkolaborasi dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) membentuk Kader Keamanan Pangan di Desa Bonto Rannu, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, pada Sabtu  8 Agustus 2026.

Pembentukan kader tersebut menjadi bagian dari program pemberdayaan masyarakat untuk memperkuat pemahaman warga mengenai cara memilih, menyimpan, mengolah, hingga mengonsumsi pangan secara aman.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi dan pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta. Materi kemudian dilanjutkan dengan edukasi mengenai lima kunci keamanan pangan yang menjadi dasar dalam mencegah risiko pangan yang dapat membahayakan kesehatan.

Tidak berhenti pada sosialisasi, kegiatan tersebut juga diarahkan pada pembentukan kader di tingkat desa. Para kader diharapkan mampu menjadi penggerak sekaligus sumber informasi bagi masyarakat dalam menerapkan praktik keamanan pangan dalam kehidupan sehari-hari.

Mahasiswa KKN Gelombang 116 Unhas sekaligus Kader BPOM, Imanuel Warent Worotikan, mengatakan keberadaan kader menjadi langkah penting agar edukasi keamanan pangan dapat berkelanjutan dan tidak berhenti setelah kegiatan sosialisasi selesai.

“Pembentukan Kader Keamanan Pangan merupakan langkah strategis agar edukasi mengenai pangan aman tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, kader memiliki peran sebagai agen perubahan yang dapat membantu menyebarluaskan informasi mengenai pemilihan, penyimpanan, dan pengolahan pangan yang aman.

Dengan pemahaman yang semakin baik, masyarakat diharapkan mampu menekan risiko penyakit akibat pangan sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan keluarga dan lingkungan sekitar.

Program tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPOM, Pemerintah Desa Bonto Rannu, kader masyarakat, hingga mahasiswa KKN Unhas. Kolaborasi lintas pihak ini menjadi bagian penting dalam membangun budaya keamanan pangan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di tingkat desa.

Selain berdampak pada peningkatan kesadaran masyarakat, kegiatan tersebut juga mendukung sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan, SDG 3 mengenai Kehidupan Sehat dan Sejahtera, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Kolaborasi Unhas, BPOM, dan Pemerintah Desa Bonto Rannu diharapkan dapat menjadi contoh pemberdayaan masyarakat berbasis edukasi. Kader yang telah dibentuk diharapkan mampu menjaga keberlanjutan gerakan keamanan pangan sekaligus mendorong terciptanya masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan berkelanjutan.

Bagi mahasiswa KKN, program tersebut sekaligus menjadi bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi warga desa.

 

Editor : Amin