JAKARTA,PO — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan keluarga tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, yang gugur saat menjalankan tugas tetap mendapat perhatian pemerintah.
Bentuk dukungan itu diwujudkan melalui bantuan pendidikan dan jaminan keberlanjutan ekonomi bagi keluarga korban. Mentan Amran menyerahkan langsung bantuan tersebut saat bertemu dengan keluarga korban di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Untuk pendidikan, Mentan Amran memberikan bantuan sebesar Rp50 juta bagi setiap anak korban. Jika dihitung berdasarkan dukungan yang diberikan kepada masing-masing keluarga, total bantuan mencapai Rp300 juta per keluarga.
“Kami hari ini sebagai Menteri Pertanian dan seluruh teman-teman memberikan dukungan moril kepada anak-anak yang ditinggalkan. Insyaallah kami beri beasiswa sesuai kemampuan kita, satu orang Rp50 juta. Totalnya dengan keluarganya Rp300 juta,” kata Amran.

Amran menegaskan bantuan pendidikan tersebut diserahkan sekaligus agar dapat disimpan sebagai tabungan untuk membiayai pendidikan anak-anak korban. Ia meminta keluarga memastikan bantuan itu digunakan untuk mendukung keberlanjutan sekolah.
“Langsung kita serahkan, bukan serahkan bertahap. Ini, Nak, disimpan nanti, tabungan untuk sekolah,” ujarnya.
Menurut Amran, kehilangan orang tua tidak boleh menjadi alasan bagi anak-anak korban untuk menghentikan pendidikan. Ia berharap mereka tetap dapat melanjutkan sekolah hingga jenjang pendidikan tinggi.
“Kami harapkan anak-anak yang ditinggalkan itu pendidikannya tinggi dan doakan orang tuanya yang telah gugur dalam tugas,” katanya.
Satu Anggota Keluarga Diberi Kesempatan Bekerja di Bulog
Selain bantuan pendidikan, dukungan juga diberikan melalui akses pekerjaan. Satu orang dari masing-masing keluarga korban mendapat kesempatan bekerja di Perum Bulog.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menjaga keberlanjutan ekonomi keluarga setelah kehilangan anggota keluarga yang selama ini menjadi tulang punggung.
Bagi keluarga almarhumah Afrida Rapi, dukungan itu menjadi jawaban atas kekhawatiran mengenai masa depan pendidikan anak-anak. Yohanis Tonglo, suami Afrida, mengungkapkan anak sulungnya bahkan sempat berniat menghentikan kuliah demi bekerja dan membantu adik-adiknya.
“Anak saya yang pertama merangkul saya dan membisikkan, ‘Pak, biar saya berhenti kuliah saja, supaya saya bisa kerja membantu adik-adik saya.’ Tapi Tuhan ternyata Maha Besar. Tuhan mengirim malaikat kepada kami lewat Pak Dirut untuk menjawab kekhawatiran kami ini,” tutur Yohanis.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Mentan Amran dan Direktur Utama Bulog atas perhatian yang diberikan kepada keluarga korban, khususnya dalam memastikan pendidikan anak-anak tetap berjalan.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Menteri yang sudah menaruh perhatian besar kepada kami keluarga korban, khususnya anak-anak kami. Kami sungguh diberikan dukungan yang besar untuk melanjutkan proses pendidikan anak-anak kami,” ujarnya.
Dukungan serupa diterima keluarga almarhum Willy Mbuik. Minto Mbuik, kakak almarhum, menjadi salah satu anggota keluarga yang memperoleh kesempatan bekerja di Bulog.
“Ini hal yang tidak kami cari, tidak pernah kami bayangkan sebelumnya, tapi hari ini mungkin cara Tuhan untuk kami keluarga dapatkan. Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Dirut dan Pak Menteri yang hari ini sudah memberi kami berkat,” katanya.
Sementara itu, Tiur Hutagalung, istri almarhum dokter hewan Alfonsius Mehan, menyampaikan apresiasi atas perhatian Kementan terhadap keluarganya.
“Saya bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan kalau saya masih diberikan kesehatan dan kekuatan dengan cobaan yang terjadi. Saya ucapkan terima kasih untuk Menteri Pertanian yang boleh mengundang kami, bentuk tali kasih dan kepedulian terhadap kami,” ujar Tiur.

Perhatian Kementan tersebut turut diapresiasi Pemerintah Kabupaten Jayawijaya. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Johanis Hendri, menyebut dukungan pemerintah pusat menjadi bentuk kepedulian kepada keluarga para pegawai yang gugur saat menjalankan tugas.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, dalam hal ini Bapak Bupati dan Bapak Wakil, mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Pertanian atas perhatian, dukungan, dan pemberian kerja kepada anak, saudara, dan rekan kami yang menjadi korban di Jayawijaya,” ujar Johanis.
Mentan Amran menegaskan bantuan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan kepedulian pemerintah kepada keluarga pegawai yang telah mengabdikan diri dalam pelayanan pertanian dan masyarakat.
Ia berharap dukungan pendidikan dan kesempatan kerja yang diberikan dapat membantu keluarga korban melanjutkan kehidupan sekaligus memastikan anak-anak tetap memiliki kesempatan mengejar cita-cita.
“Jaga anak-anaknya. Bina anak-anaknya. Jaga dia supaya tamat sekolah,” pesan Amran.
Kementan RI
Editor : Tim Redaksi









