iklan Promo

Kertas Putih BGN: Sudaryono Ultimatum Praktik Pungli

JAKARTA,PO – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengambil langkah tegas untuk membersihkan internal lembaga yang dipimpinnya dari dugaan praktik tidak terpuji. Ia menegaskan tidak boleh ada lagi praktik meminta uang, pemerasan, maupun tekanan untuk memilih supplier tertentu di lingkungan BGN.

Pesan tersebut disampaikan Sudaryono saat mengumpulkan seluruh jajaran BGN. Ia meminta seluruh pegawai berani menghentikan perintah atasan yang dinilai menyimpang dan melaporkan oknum yang selama ini diduga melakukan tekanan maupun meminta sejumlah uang.

Sudaryono bahkan membuka ruang pelaporan langsung bagi pegawai yang merasa tertekan atau dipaksa menjalankan perintah yang bertentangan dengan aturan.

“Bagi siapa saja staf yang selama ini tertekan dan terpaksa menjalankan perintah atasan yang salah, mulai detik ini hentikan. Saya meminta kalian berani melaporkan oknum-oknum tersebut secara langsung,” tegas Sudaryono Jumat 7 Agustus 2026.

Ia juga meminta pegawai menyampaikan identitas atasan yang diduga melakukan tekanan atau meminta uang. Menurutnya, keberanian pegawai mengungkap praktik tersebut menjadi bagian penting dalam upaya membangun tata kelola BGN yang bersih dan berintegritas.

“Tulis siapa saja atasan yang selama ini menekan dan meminta uang pada kalian. Rahasia ini hanya antara kalian dan saya,” ujarnya.

Sudaryono menegaskan, dirinya lebih menghargai pegawai yang disiplin dan berintegritas dibandingkan mereka yang justru merusak nama baik institusi.

Peringatan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa BGN tidak akan memberi ruang bagi praktik yang berpotensi mencederai pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia mengajak seluruh jajaran BGN menjadikan momentum tersebut sebagai titik awal untuk memperbaiki tata kelola internal dan meninggalkan praktik-praktik yang berpotensi menimbulkan penyimpangan.

“Kita buka lembaran baru dan tinggalkan cara-cara kotor. Kita pastikan program MBG ini sukses, tepat sasaran, dan bersih dari penyelewengan,” tegasnya.

Pernyataan Sudaryono menjadi sinyal keras bagi seluruh jajaran BGN bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari cakupan penerima manfaat, tetapi juga dari integritas aparatur dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaannya.

Karena itu, pengawasan internal, keberanian melapor, serta penindakan terhadap setiap dugaan pelanggaran menjadi bagian penting untuk memastikan program strategis pemerintah tersebut berjalan transparan, tepat sasaran, dan bebas dari praktik penyalahgunaan kewenangan.

Badan Gizi Nasional

Editor : Amin Redaksi