iklan Promo

Presiden Prabowo Kumpulkan Tokoh Ekonomi Nasional, ini yang Bahas!

JAKARTA,PO – Presiden Prabowo Subianto menerima sejumlah tokoh ekonomi nasional di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (22/5/2026). Pertemuan tersebut membahas berbagai agenda strategis nasional yang difokuskan pada penguatan ketahanan ekonomi, stabilitas sektor keuangan, hingga langkah antisipatif menghadapi dinamika ekonomi global yang terus berkembang.

Dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk terus menjaga fundamental ekonomi nasional agar tetap kuat dan mampu menghadapi tantangan global, termasuk tekanan geopolitik dan ketidakpastian pasar internasional.

Sejumlah isu penting menjadi fokus pembahasan, di antaranya penguatan stabilitas sektor keuangan melalui peningkatan regulasi dan pengawasan perbankan, penerapan prinsip kehati-hatian (prudential banking), serta penguatan koordinasi antarlembaga ekonomi dan keuangan nasional.

Selain itu, pemerintah juga mendorong percepatan implementasi kebijakan devisa hasil ekspor (DHE) sebagai langkah strategis untuk memperkuat cadangan devisa negara sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah fluktuasi ekonomi global.

Pembahasan lainnya menyangkut pembenahan tata kelola ekspor sumber daya alam melalui BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Langkah tersebut dinilai penting guna meningkatkan penerimaan negara sekaligus memastikan pemanfaatan sumber daya alam memberikan manfaat ekonomi yang optimal dan berkelanjutan bagi kepentingan nasional.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperkuat langkah-langkah strategis jangka panjang melalui berbagai pembenahan struktural demi menjaga ketahanan ekonomi nasional serta memastikan stabilitas sektor keuangan tetap terjaga.

“Pemerintah akan terus memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui kebijakan yang terukur, kolaboratif, dan berorientasi pada kepentingan jangka panjang bangsa,” demikian penegasan Presiden dalam pertemuan tersebut.

Turut hadir dalam pertemuan itu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, mantan Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah, mantan Menteri PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta, mantan Wakil Menteri PPN/Bappenas Lukita Dinarsyah Tuwo, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

-TIW-

CatatanSeskab