MAKASSAR,PO – Pelaksanaan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Kota Makassar memberikan dampak positif terhadap industri perhotelan. Tingkat hunian hotel di ibu kota Sulawesi Selatan meningkat signifikan selama rangkaian kegiatan nasional yang berlangsung pada 8–12 Juli 2026.
Panitia menargetkan kehadiran sekitar 5.000 hingga 10.000 peserta dari seluruh Indonesia yang mengikuti berbagai agenda di sejumlah lokasi di Kota Makassar.
Rangkaian kegiatan, mulai dari pameran kriya dan wastra, pertemuan organisasi, hingga pelayanan kesehatan gratis, turut meningkatkan kebutuhan akomodasi. Sebaran lokasi kegiatan juga mendorong pemerataan tingkat hunian hotel di berbagai kawasan Kota Makassar.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Selatan, Anggiat Sinaga, mengatakan banyak hotel di Makassar telah mencapai tingkat hunian yang sangat tinggi, bahkan beberapa di antaranya sudah dalam kondisi penuh atau full booked.
“Kami bersyukur event akbar HKG PKK dan Dekranas di Makassar memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap tingkat hunian hotel. Hampir semua hotel di Makassar merasakan manfaatnya. Okupansi diperkirakan menembus 85 hingga 90 persen, bahkan beberapa hotel sudah penuh,” ujar Anggiat.
Menurutnya, angka tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan tingkat hunian hotel sebelum pelaksanaan HKG PKK dan HUT Dekranas yang sebelumnya hanya berkisar 40 hingga 45 persen.
Ia menjelaskan, pemerataan tingkat hunian hotel dipengaruhi oleh penyebaran pusat kegiatan di dua lokasi utama. Pameran Dekranas di kawasan Trans Studio Mall (TSM) Makassar mendorong meningkatnya okupansi hotel di kawasan Tanjung Bunga hingga Pantai Losari.
Sementara itu, pelaksanaan rapat kerja, pelayanan kesehatan gratis, donor darah, hingga puncak peringatan HKG PKK ke-54 di Hotel Claro Makassar turut meningkatkan tingkat hunian hotel di kawasan Jalan AP Pettarani dan sekitarnya.
“Ini merupakan event yang mampu menghadirkan pemerataan tingkat hunian hotel karena kegiatan berlangsung di dua lokasi utama,” katanya.
Anggiat menambahkan, lonjakan okupansi dipicu kedatangan pengurus dan anggota PKK serta Dekranasda dari seluruh provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia yang mengikuti berbagai agenda selama kegiatan berlangsung.
Rata-rata peserta menginap sekitar empat hari. Kondisi tersebut tidak hanya meningkatkan tingkat hunian hotel, tetapi juga memperpanjang lama tinggal (length of stay) para tamu sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
Peningkatan lama tinggal peserta turut menggerakkan sektor pendukung seperti restoran, transportasi, pusat perbelanjaan, industri kreatif, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang melayani kebutuhan peserta selama berada di Kota Makassar.
Meski sejumlah hotel telah penuh dipesan, Anggiat menyebut masih terdapat beberapa hotel yang memiliki ketersediaan kamar sekitar 5 hingga 10 persen bagi masyarakat maupun tamu yang datang selama kegiatan berlangsung.
PHRI Sulawesi Selatan berharap pemerintah terus menghadirkan agenda berskala nasional di daerah karena terbukti mampu meningkatkan tingkat hunian hotel, menggerakkan sektor pariwisata, serta menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian masyarakat.
“Kami berharap event-event nasional seperti ini semakin sering dilaksanakan. Kehadiran HKG PKK ke-54 dan HUT Dekranas ke-46 terbukti mampu menggerakkan tingkat hunian hotel dan memberikan dampak positif bagi ekonomi daerah,” tutup Anggiat. (*)









