Bantaeng,PO- Ancaman penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes melitus, dan obesitas kian menguat di tingkat masyarakat. Di tengah tren tersebut, UPT Puskesmas Baruga mulai menggencarkan langkah deteksi dini melalui layanan cek kesehatan gratis bagi kelompok lanjut usia (lansia).
Kegiatan ini dilaksanakan di Posyandu Bunga Mawar yang mencakup wilayah Desa Pajukukang dan Desa Baruga, Jumat (18/4/2026). Fokus utama kegiatan adalah melakukan skrining awal terhadap penyakit yang selama ini kerap luput terdeteksi hingga menimbulkan komplikasi serius.
Fenomena meningkatnya kasus PTM di daerah dinilai tidak lepas dari perubahan pola hidup masyarakat, mulai dari konsumsi makanan tinggi gula dan lemak, hingga rendahnya aktivitas fisik. Kondisi ini diperparah dengan minimnya kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Kepala UPT Puskesmas Baruga menegaskan bahwa peningkatan kasus PTM di masyarakat bukan lagi ancaman laten, melainkan sudah menjadi realitas yang harus segera ditangani secara serius.
“Kami melihat tren penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes semakin meningkat, bahkan banyak kasus baru ditemukan saat kondisi sudah cukup parah. Ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan rutin masih rendah,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa langkah deteksi dini di tingkat posyandu merupakan strategi awal, namun belum cukup untuk menekan laju peningkatan kasus tanpa dukungan yang lebih luas.
“Kalau hanya mengandalkan kegiatan sesekali, tentu tidak akan cukup. Dibutuhkan komitmen bersama, mulai dari perubahan pola hidup masyarakat hingga dukungan lintas sektor, agar upaya pencegahan benar-benar berjalan efektif,” tambahnya.
Tim tenaga kesehatan yang terdiri dari Fitri Rahayu, S.Tr.Keb, Muldhaniah Arsyat, S.Si, Fira Ayu Devianti, Amd.AK, Rahmatia, S.Kep., Ns, dan Nurbiah, Amd.Keb turun langsung memberikan layanan pemeriksaan sekaligus edukasi kepada para lansia.
Menurutnya, penguatan edukasi kesehatan dan intervensi berbasis komunitas harus menjadi prioritas, mengingat dampak PTM tidak hanya pada individu, tetapi juga berpotensi membebani sistem layanan kesehatan daerah.
“Kami berharap deteksi dini ini menjadi pintu masuk untuk membangun kesadaran kolektif. Jangan menunggu sakit, baru datang berobat. Pencegahan harus dimulai dari sekarang,” tegasnya.
Meski demikian, upaya deteksi dini ini dinilai belum cukup jika tidak diiringi dengan perubahan perilaku masyarakat secara luas. Tanpa intervensi berkelanjutan dan dukungan lintas sektor, potensi lonjakan kasus PTM diprediksi akan terus membebani sistem layanan kesehatan di tingkat daerah.
Langkah yang dilakukan UPT Puskesmas Baruga ini menjadi sinyal penting bahwa penanganan PTM tidak bisa lagi bersifat reaktif, melainkan harus dimulai dari pencegahan berbasis komunitas, sebelum penyakit berkembang menjadi beban yang lebih besar.
Abhy








