iklan Promo
Tak Berkategori  

Awasi Logistik Pemilu Bantaeng 2024, Nurwahni: Jangan Sampai Tidak Cukup!

BANTAENG – Dalam rangka pemantapan strategi publikasi dan dokumentasi dalam hal pengawasan tahapan logistik, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bantaeng melaksanakan

kegiatan Rapat Publikasi dan dokumentasi pengawasan Logistik di Aula Bawaslu Bantaeng pada Selasa, 12 Desember 2023.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Pengawas dan 17 insan media.

Adapun Nurwahni, Kordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Humas Bawaslu Bantaeng mengungkapkan logistik untuk Pemilihan Umum (Pemilu) telah sampai di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantaeng pada 15 Oktober 2023. Di 30 Oktober terdapat kotak suara yang tiba pukul 12.12 WITA hingga pukul 3 pagi di KPU.

“Bawaslu juga memastikan bahwa benar, tempat percetakannya sesuai dengan kebutuhan. Sepanjang perjalanan Bawaslu melakukan pengawasan bersama karena logistik ini ketika jumlahnya tidak memenuhi standar, tidak tepat pendatribusiannya di situlah terjadi pelanggaran. Jangan sampai waktu pemilihan ternyata surat pilih tidak cukup,” ungkapnya.

“Di 15 Oktober 2023, jumlah sesuai dengan kebutuhan, sampai ke KPU untuk Pemilu nanti. 30 Oktober ada kotak suara tiba jam 12.12 di Kantor KPU, mulai diturunkan dari mobil menuju tempat penyimpanannya, kami juga memastikan disimpan di tempat yang aman, di tempat yang tidak mudah rusak selama proses ini, sampai jam 3 pagi dilakukan proses pengawasan,” tambahnya.

Sementara bilik suara hingga segel kertas dilakukan dikontribusikan sesuai dengan kebutuhan dan pihak Bawaslu melakukan pengawasan ketat dalam pendistribusian tersebut.

“Untuk bilik suara ini sampai di KPU itu sesuai kebutuhan nanti pada saat pemilihan umum, itu jumlahnya sudah sesuai. 31 Oktober 2023, ada datang data pemilu, tidak ada kerusakan. Ada juga bilik suara pada 2 Desember dari jam 10 sampai jam 2 pagi. Kemudian pada 9 November ada logistik bentuk plastik, tidak ada kerusakan, penting kami pastikan karena kalau ada terkendala pasti ada TPS yang tidak lengkap logistiknya. Di 9 November ada segel kertas jumlahnya lumayan banyak, ada yang rusak namun sudah diganti,” jelasnya.

“Di 5 Desember jam 11 ada barang logistik yang masuk untuk alat kelengkapan nanti dilengkapi kebutuhan di TPS, misal paku dan sebagainya. Ini penting untuk melakukan pengawasan karena ketika ada yang terkendala dari hal tersebut pasti ada masalah. Di pengawasan logistik ini tentu tepat prosesor, sortir sesuai standar, penelitian juga sesuai standar, jumlah yang tepat sesuai dengan jumlah yang ada. Itu penting untuk diawasi,” ungkapnya.

Pihak Bawaslu juga berharap kerjasama dengan insan media yang hadir dalam mengawasi pendistribusian logistik itu.

“Surat suara sebelum di etak harus distel dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan. Proses pendistribusian itu sangat penting untuk diawasi dari KPU ke TPS, jangan sampai sudah dekat pemilihan belum sampai pendistribusiannya. Jadi itu tepat waktu dari KPU ke TPS. Dan kami minta tolong juga teman-teman insan Pers membantu teman-teman kami di Panwascam jika ada hal-hal yang luput,” imbuh Nurwahni.