KENDARI – Bertempat di Kantor BPTD Wilayah XVIII Sultra, Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Kendari untuk pertama kalinya mengadakan pelatihan terkait deteksi dini cuaca kepada SDM perhubungan Senin, 25 Oktober 2021.
“ini pertama kali kami melaksanakan kegiatan sekolah lapang cuaca perairan, yg bertujuan untuk mengedukasi para petugas syahbandar terkait informasi cuaca,” ujar Sugeng Widarko. Lanjut Sugeng selaku ka. Stasiun Meteorologi Maritim Kendari senang bisa membangun kerjasama denga Ka. BPTD karena melalui kegiatan ini para petugas di lapangan dapat memberikan informasi akurat tentang cuaca perairan dan akan sangat membantu dari sisi aspek keselamatan dan Keamanan pelayaran di provinsi sulawesi tenggara.
Kegiatan yang dilaksanakan selama sehari ini menghadirkan narasumber dari BMKG dan diikuti unsur BPTD XVIII Sultra, Disnav Kendari, KSOP Kendari dan Pelindo Cabang Kendari.
“Kami sangat senang dengan adanya kegiatan ini karena terus terang kami di lapangan sebagai syahbandar tentu sangat membutuhkan informasi cuaca karena bertanggung jawab terhadap penerbitan SPB (surat persetujuan Berlayar),”ujar Ilham Syahbandar Pelabuhan Penyeberanagn Kendari.
Sementara itu kepala BPTD Sultra Dr. Benny Nurdi, MH. dalam sambutannya mengatakan bahwa berdasarkan UU No 17 Tahun 2008 diamanatkan keselamatan keamanan pelayaran yg di dalamnya termasuk cuaca di perairan.
“ini sangat penting karena Sultra sebagai provinsi kepulauan yg berada di perairan laut Banda maka dibutuhkan SDM yg handal untuk mendeteksi cuaca maritim. Olehnya saya menyambut baik dan jika perlu kegiatan ini jangan hanya berhenti sampai disini tapi terus dilanjutkan, bila perlu 3 bulan atau 6 bulan sekali ujar Benny,” Terang Benny.
Lebih Lanjut Benny mengatakan bahwa saat ini ada 26 pelabuhan penyeberanagn yg diawasi dan menyusul 3 pelabuhan penyebrangan yg sudah selesai untuk mendukung KSPN Wakatobi dan menyusul 2 pelabuhan penyeberangan untuk mendukung KPPN Baubau. Untuk itu berpesan berpesan bahwa
“Dengan dilaksanakannnya kegiatan ini maka komunikasi dan koordinasi intens tentu sudah lebih terbangun antara sesama petugas dilapangan, dan inilah yng diharapkan oleh Bapak Menhub dan Bapak Dirjen Hubdat untuk terus dibangun dalam rangka memberikan pelayanan yang baik kepada para pengguna jasa dan penyedia jasa angkutan penyeberangan dan angkutan laut di perairan termasuk sungai dan danau,” Pungkas Doktoral Hukum ini.
Sekolah lapang Cuaca ini dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Metereologi BMKG Eko Prasetya, dalam sambutannya secara virtual Eko Prasetya mengatakan kerjasama ini perlu ditingkatkan guna memudahkan penyebaran dan pemanfaatan informasi cuaca maritim sehingga celah celah kecil potensi terhadap kecelekaan di laut yang disebabkan oleh gangguan cuaca dapat di ketahui sejak dini dan dapat dimitigasi,”Katanya.
Eko Prasetya menambahkan, kerjasama ini akan ditindaklanjuti dilapangan dengan memberikan informasi cuaca perairan, cuaca penyeberangan dan cuaca pelabuhan dibeberapa pelabuhan di Sulawesi Tenggara secara rutin kepada petugas BPTD (syahbandar) yang ada di lapangan melalui media komunikasi yang telah disepakati secara bersama,” Jelas Eko (humas BPTD)

