BANTAENG,PO — Upaya menemukan kasus tuberkulosis (TB) secara lebih dini terus dilakukan UPT Puskesmas Pa’Bentengang. Senin (7/9/2026), Puskesmas Pa’Bentengang menggelar Tracking TB yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kantor Desa Pa’bumbungang.
Kegiatan yang dipimpin Kepala UPT Puskesmas Pa’Bentengang, Evy Andry Iriany, S.Farm., Apt., tersebut menyasar masyarakat melalui pemeriksaan kesehatan dan foto Rontgen.
Sebanyak 100 orang menjalani pemeriksaan. Dari hasil skrining, ditemukan 55 orang terduga TB. Selanjutnya, 49 orang diberikan pot dahak untuk pemeriksaan lanjutan, sementara 6 orang menjalani pemeriksaan Tuberkulin atau Mantoux Test.
Kepala Puskesmas Pa’Bentengang, Evy Andry Iriany, mengatakan integrasi tracking TB dengan CKG menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan penemuan kasus.
> “Dengan mengintegrasikan tracking TB dan CKG, kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh sekaligus mempercepat penemuan terduga TB. Semakin dini ditemukan, semakin cepat pula dapat dilakukan tindak lanjut,” ujarnya.
Kegiatan ini melibatkan tim Puskesmas Pa’Bentengang yang terdiri dari dr. Indry, Ns. Suwedi, S.Kep., Yunita, Haerani, Surianti, Mustika Sari, Bidan Hikma, Bidan Eka, Bidan Isla, dan Endi Eka Pratama.
Melalui kegiatan tersebut, Puskesmas Pa’Bentengang terus mendorong pendekatan deteksi dini, pemeriksaan aktif, dan tindak lanjut sebagai bagian dari upaya memutus mata rantai penularan TB di masyarakat.
Abhy









