iklan Promo

KONI Bantaeng Matangkan Persiapan PRAPORPROV, TC dan Tes Fisik Atlet Dilakukan Berkala

BANTAENG,PO – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bantaeng terus mematangkan persiapan menghadapi **PRAPORPROV** dengan memperkuat sistem pembinaan dan pemantauan kondisi atlet. Meski tidak mengagendakan program khusus **try out maupun try in**, KONI Bantaeng memastikan pembinaan tetap berjalan melalui **Training Center (TC) dan tes fisik secara berkala**.

Saat ini, proses **pendaftaran atlet peserta PRAPORPROV Bantaeng** tengah berlangsung. Tahapan tersebut dilakukan setelah sebelumnya KONI Bantaeng menggelar **rapat tindak lanjut Validasi Keabsahan Atlet** bersama seluruh Cabang Olahraga (Cabor) anggota KONI Bantaeng.

Rapat tersebut dipimpin jajaran KONI Bantaeng dan diikuti Cabor anggota sebagai bagian dari upaya memastikan seluruh data atlet yang akan didaftarkan memenuhi ketentuan dan persyaratan keabsahan.

Sekretaris Umum KONI Bantaeng, **Firdaus**, mengatakan proses validasi menjadi bagian penting dalam persiapan menuju PRAPORPROV.

> “Saat ini kita fokus pada proses pendaftaran sekaligus memastikan validasi keabsahan atlet. Setiap Cabor harus memastikan data atlet yang diajukan benar-benar sesuai dengan ketentuan, sehingga tidak menimbulkan persoalan pada tahapan berikutnya,” ujar Firdaus.

### Bantaeng Posisi Keempat Jumlah Atlet Lolos PORPROV XVIII

Persiapan menghadapi PRAPORPROV menjadi semakin penting karena **Bantaeng tercatat sebagai salah satu daerah dengan jumlah atlet yang berhasil lolos menuju PORPROV XVIII dalam jumlah cukup besar**.

Berdasarkan data kelolosan, **Kabupaten Bantaeng berada di posisi keempat jumlah atlet yang lolos PORPROV XVIII**, setelah Kota Makassar serta dua daerah yang berstatus sebagai tuan rumah, yakni **Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo**.

Posisi tersebut menjadi gambaran besarnya potensi olahraga Bantaeng sekaligus menjadi tantangan bagi KONI dan seluruh Cabor untuk menjaga serta meningkatkan kualitas atlet yang telah berhasil lolos.

Sementara itu, **Bone dan Wajo memiliki posisi khusus sebagai tuan rumah PORPROV XVIII**, sehingga mendapatkan kesempatan untuk meloloskan seluruh Cabor yang dipertandingkan sebagai bagian dari status tuan rumah. Kondisi tersebut membuat jumlah atlet kedua daerah tersebut relatif lebih besar dibandingkan daerah lainnya.

Dengan demikian, posisi Bantaeng yang berada di urutan keempat jumlah atlet yang lolos menjadi capaian yang patut diperhitungkan, sekaligus menunjukkan bahwa persaingan menuju PORPROV XVIII semakin ketat.

### Fokus pada TC dan Tes Fisik

Kabid Bimpres KONI Bantaeng, **A. Irsan Anwar**, menjelaskan bahwa KONI Bantaeng tidak menjadikan try out dan try in sebagai satu-satunya ukuran kesiapan atlet.

Menurutnya, KONI memilih memaksimalkan program **TC dan tes fisik secara berkala** sebagai bagian dari monitoring perkembangan atlet.

> “Memang untuk saat ini tidak ada program khusus try out maupun try in. Tetapi bukan berarti atlet tidak dipantau. Kita mengagendakan TC dan tes fisik secara berkala untuk melihat perkembangan kondisi fisik dan kesiapan atlet,” jelas A. Irsan Anwar.

Tes fisik secara berkala diharapkan dapat memberikan gambaran objektif mengenai perkembangan kondisi atlet. Hasil evaluasi tersebut nantinya dapat menjadi dasar bagi Cabor untuk melakukan penyesuaian program latihan sesuai kebutuhan masing-masing atlet.

Menurut A. Irsan, keberhasilan meloloskan atlet menuju PORPROV bukan menjadi akhir dari proses pembinaan. Setelah atlet dinyatakan lolos, tantangan berikutnya adalah memastikan mereka mampu mempertahankan performa hingga hari pertandingan.

Karena itu, KONI Bantaeng mendorong seluruh Cabor untuk terus melakukan koordinasi dan memberikan laporan perkembangan atlet secara berkala.

### Target Tingkatkan Prestasi

Dengan jumlah atlet yang lolos berada di **peringkat keempat**, KONI Bantaeng memiliki modal besar untuk meningkatkan prestasi pada PORPROV XVIII.

Namun, jumlah atlet saja tidak cukup. Kualitas pembinaan, kesiapan fisik, teknik, taktik, mental bertanding serta konsistensi latihan akan menjadi faktor penting dalam menentukan pencapaian prestasi.

KONI Bantaeng berharap seluruh Cabor dapat memanfaatkan waktu persiapan secara maksimal dan tidak hanya berorientasi pada jumlah atlet yang lolos, tetapi juga pada **target medali dan peningkatan peringkat Bantaeng di PORPROV XVIII**.

“Yang paling penting sekarang adalah bagaimana atlet yang sudah lolos ini kita jaga kondisinya, kita tingkatkan kualitasnya dan kita persiapkan sebaik mungkin sampai pelaksanaan pertandingan,” tambahnya.

Amin