Bantaeng, PO – Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng terus memperkuat upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TB) melalui pelaksanaan Tracing TB Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dipusatkan di Desa Bonto Cinde, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Rabu (5/8/2026).
Program ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan penemuan kasus TB secara aktif melalui pelacakan kontak erat penderita. Selain itu, kegiatan tersebut juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis sebagai langkah deteksi dini terhadap berbagai penyakit.
Kepala Puskesmas Campagaloe, Bau Caya, S.Kep., Ners., mengatakan bahwa tracing dilakukan terhadap seluruh masyarakat yang memiliki riwayat kontak dengan penderita TB guna memastikan kondisi kesehatan mereka melalui proses skrining.
Menurutnya, skrining kontak erat merupakan langkah penting untuk menemukan kasus sedini mungkin sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
“Harapan kami, semua sasaran yang pernah kontak dengan penderita TB dapat diskrining hari ini. Jika hasil pemeriksaannya positif, maka akan langsung diberikan pengobatan. Namun apabila hasilnya negatif, berarti dipastikan mereka tidak tertular TB,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng, Mirna, S.Si., Apt., menegaskan bahwa kegiatan tracing menjadi salah satu upaya strategis dalam memutus rantai penularan Tuberkulosis di tengah masyarakat.
Ia berharap pelaksanaan tracing yang dilakukan secara masif mampu mempercepat tercapainya target eliminasi TB, khususnya di Kabupaten Bantaeng.
“Dengan kegiatan tracing pada pagi hari ini, kami berharap penularan penyakit TB dapat segera dieliminasi sehingga mata rantai penyebarannya terputus. Harapan kami, Indonesia, khususnya Kabupaten Bantaeng, dan terutama Desa Bonto Cinde, dapat terbebas dari penyakit TB,” katanya.
Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan Kepala Desa Bonto Cinde, Mantasari, S.Farm. Ia mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Bantaeng, khususnya Dinas Kesehatan, yang telah memilih desanya sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan.
Menurutnya, program ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat karena tidak hanya berfokus pada penemuan kasus TB, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara dini.
“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bantaeng, khususnya Dinas Kesehatan, yang telah menggelar kegiatan tracing TB pada hari ini di desa kami. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dalam mendeteksi penyakit sejak dini sekaligus mendukung upaya pencegahan penyebaran Tuberkulosis,” ujar Mantasari.
Pelaksanaan Tracing TB Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah konkret Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng dalam mempercepat penemuan kasus, memastikan penderita memperoleh pengobatan sedini mungkin, serta menekan angka penularan Tuberkulosis di masyarakat.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah desa, serta partisipasi aktif masyarakat, diharapkan target eliminasi TB di Kabupaten Bantaeng dapat tercapai dan memberikan kontribusi nyata terhadap target eliminasi Tuberkulosis secara nasional.
Abhy
Editor : Amin









