iklan Promo

KPU Bantaeng Dampingi Pilketos Serentak, Siswa Belajar Demokrasi Sejak Dini

BANTAENG,PO— Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantaeng mendorong sekolah menjadi ruang pembelajaran demokrasi bagi generasi muda melalui pendampingan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) atau Pilketos di tingkat SMA dan SMK se-Kabupaten Bantaeng.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya KPU Bantaeng memperkuat pendidikan pemilih sejak dini. Melalui Pilketos, siswa tidak hanya belajar menggunakan hak pilih, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung mengenai proses demokrasi, mulai dari pencalonan hingga penetapan hasil pemilihan.

Komitmen itu ditandai dengan Sosialisasi Tahapan Pemilihan Ketua OSIS Serentak yang digelar di Hotel Kirey, Bantaeng, Rabu (23/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti jajaran sekolah untuk mendapatkan pemahaman mengenai tahapan, mekanisme, serta prinsip demokrasi yang diterapkan dalam pelaksanaan Pilketos.

KPU Bantaeng akan memberikan pendampingan terhadap seluruh rangkaian Pilketos, meliputi persiapan, sosialisasi, pencalonan, penyampaian visi dan misi, kampanye, pemungutan dan penghitungan suara hingga penetapan hasil.

Anggota KPU Kabupaten Bantaeng Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi dan Hubungan Masyarakat, Aspar Ramli, menegaskan Pilketos tidak semata-mata menjadi agenda rutin sekolah untuk memilih ketua dan wakil ketua OSIS.

“Pemilihan Ketua OSIS bukan sekadar memilih seorang ketua, tetapi menjadi ruang belajar demokrasi bagi anak-anak kita,” kata Aspar.

Menurut dia, setiap tahapan Pilketos harus dimanfaatkan sebagai proses pembelajaran demokrasi yang konkret. Siswa dapat belajar berkompetisi secara sehat, menyampaikan gagasan, menghormati perbedaan pilihan, serta menerima hasil pemilihan secara bertanggung jawab.

“Demokrasi menjadi pijakan dalam seluruh proses Pilketos. Anak-anak kita belajar bagaimana berkompetisi dengan jujur, adil, santun, dan bermartabat; menyampaikan gagasan tanpa menjatuhkan, menghargai perbedaan pilihan, serta menerima hasil dengan lapang dada,” ujarnya.

Aspar mengatakan pengalaman tersebut penting untuk membentuk karakter generasi muda yang mampu menghargai perbedaan dan mengedepankan musyawarah dalam mengambil keputusan.

Menurutnya, sekolah memiliki posisi strategis dalam membangun budaya demokrasi karena menjadi lingkungan yang memungkinkan siswa mempraktikkan nilai-nilai demokrasi secara langsung.

Pilketos, kata dia, dapat menjadi miniatur proses demokrasi. Siswa diperkenalkan pada proses memilih pemimpin berdasarkan gagasan, visi dan program, bukan semata-mata karena kedekatan personal.

“Harapannya, pengalaman berdemokrasi di sekolah hari ini menjadi bekal bagi mereka untuk menjadi warga negara yang baik di masa depan,” tutur Aspar.

KPU Bantaeng berharap pendampingan tersebut mampu mendorong pelaksanaan Pilketos di seluruh SMA dan SMK berlangsung demokratis, partisipatif, transparan, serta menjunjung tinggi integritas.

Lebih jauh, Pilketos diharapkan tidak berhenti pada proses pergantian kepemimpinan organisasi siswa. Kegiatan tersebut dapat menjadi pembelajaran berkelanjutan untuk membangun budaya demokrasi di lingkungan sekolah.

Dengan pengalaman tersebut, siswa ditempatkan bukan sekadar sebagai peserta pemilihan, tetapi sebagai bagian dari komunitas sekolah yang memiliki hak, kewajiban dan tanggung jawab dalam menjalankan kehidupan demokratis.

Kegiatan sosialisasi tersebut turut dihadiri Anggota KPU Bantaeng Divisi Teknis Penyelenggaraan Ramli Kahar, Anggota KPU Bantaeng Divisi Perencanaan dan Informasi Abdul Rahman, Anggota Bawaslu Bantaeng Nur Wahni, serta seluruh kepala sekolah SMK dan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan se-Kabupaten Bantaeng.

Humas KPU Asrul

Editor : Tim Redaksi