iklan Promo

Gubernur Sulsel Ungkap Strategi Percepatan Ekonomi Digital di FEKDI-IFSE 2026

JAKARTA,PO — Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman memaparkan strategi dan pengalaman Sulawesi Selatan dalam mempercepat transformasi ekonomi dan keuangan digital untuk mendorong produktivitas ekonomi nasional.

Paparan tersebut disampaikan Andi Sudirman saat menjadi pembicara dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit and Expo 2026 (FEKDI-IFSE 2026) di Jakarta International Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (25/9/2026).

Dalam forum yang diinisiasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI bersama Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tersebut, Andi Sudirman bersama sejumlah panelis membahas implementasi Akselerasi Ekonomi dan Keuangan Digital (EKD) sebagai instrumen untuk memperkuat produktivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut Andi Sudirman, Sulawesi Selatan memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi dan perdagangan di kawasan Indonesia Timur. Karena itu, pengembangan ekonomi digital di Sulsel diarahkan melalui pembangunan ekosistem digital yang terintegrasi dan mampu menjangkau berbagai sektor.

Sulsel juga disebut terus memperkuat digitalisasi keuangan daerah. Sejumlah implementasi bahkan telah mendapat apresiasi di tingkat nasional, termasuk penerapan Transaksi Non Tunai (TNT) dalam pengelolaan keuangan daerah.

Selain itu, Pemprov Sulsel mengembangkan Marketplace BajuBodo yang meraih peringkat ketiga nasional dalam ajang pemerintah. Platform tersebut telah mencatat transaksi hingga ratusan miliar rupiah dengan puluhan ribu produk yang terhubung di dalam ekosistemnya.

Digitalisasi juga diterapkan pada layanan publik, antara lain pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor secara digital dan real time, serta berbagai kebijakan lain yang diarahkan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kemudahan pelayanan kepada masyarakat.

Andi Sudirman menegaskan, percepatan ekonomi dan keuangan digital tidak cukup hanya dengan menghadirkan berbagai aplikasi. Infrastruktur dan kapasitas masyarakat harus menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem digital yang berkelanjutan.

Karena itu, Pemprov Sulsel terus mendorong penguatan fondasi digital melalui perluasan jaringan internet dan telekomunikasi, peningkatan kualitas konektivitas, penguatan pusat data dan sistem informasi, serta peningkatan literasi dan kapasitas sumber daya manusia.

“Ke depan, akselerasi ekonomi dan keuangan digital harus kita lakukan secara kolaboratif, inovatif, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Andi Sudirman dalam paparannya.

Ia menekankan, digitalisasi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar menghadirkan teknologi dan aplikasi baru.

Teknologi, lanjutnya, harus mampu memperluas akses masyarakat terhadap layanan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mendorong transaksi non-tunai, sekaligus membuka peluang ekonomi baru di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.

“Digitalisasi bukan sekadar menghadirkan aplikasi, tetapi bagaimana teknologi benar-benar memperluas akses, meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat UMKM, mendorong transaksi non-tunai, dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di seluruh wilayah Sulawesi Selatan,” tegasnya.

Melalui pendekatan tersebut, Sulawesi Selatan terus mendorong transformasi digital sebagai bagian dari strategi memperkuat daya saing daerah sekaligus berkontribusi terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.

 

Editor : Tim Redaksi