iklan Promo

Diseminasi Ikan Ambu Perkuat Pelestarian Tradisi Maritim Mandar

MAJENE,PO – Upaya melestarikan kekayaan budaya pesisir Mandar terus diperkuat melalui kegiatan Diseminasi dan Pameran Kuliner Ikan Ambu yang digelar di Dapur Mandar, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Senin (29/6/2026).

Kegiatan bertema “Menghidupkan Kearifan Lokal Maritim Mandar melalui Pelestarian Tradisi Ikan Ambu sebagai Warisan Budaya Pesisir” ini menjadi wadah untuk memperkenalkan kembali nilai budaya yang terkandung dalam salah satu kuliner tradisional masyarakat Mandar.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan (FPK) kategori perseorangan yang didukung Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVIII. Melalui program ini, penerima fasilitasi, dr. Nurjirana, S.Kel., mempresentasikan hasil penelitian dan dokumentasi mengenai tradisi Ikan Ambu sebagai bentuk edukasi sekaligus upaya menjaga keberlanjutan pengetahuan budaya masyarakat pesisir.

Dalam paparannya, Nurjirana menjelaskan bahwa Ikan Ambu memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar sajian khas Mandar. Tradisi pengolahan ikan tersebut merupakan warisan pengetahuan lokal yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat pesisir. Dari sisi ilmiah, ikan Ambu diidentifikasi sebagai spesies ikan tenggiri laut dalam Promethichthys prometheus atau yang dikenal secara internasional sebagai roudi escolar. Keberadaan spesies ini menjadi bukti kedekatan masyarakat Mandar dengan aktivitas penangkapan ikan di perairan laut dalam sejak masa lampau.

Diseminasi menghadirkan tiga narasumber, yakni Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Majene, Drs. Ahmad Djamaan, M.Si., Tenaga Ahli Cagar Budaya Muhammad Yassin, serta budayawan Mandar Muhammad Ridwan Alimuddin.

Dalam sesi diskusi, Muhammad Ridwan Alimuddin mengungkapkan bahwa masyarakat Mandar telah lama dikenal sebagai pelaut yang memiliki kemampuan mengarungi laut lepas. Menurutnya, nelayan Mandar termasuk kelompok nelayan laut dalam yang mampu menangkap ikan di kedalaman sekitar 100 hingga 400 meter, termasuk Ikan Ambu yang menjadi bagian dari tradisi maritim daerah tersebut.

Sementara itu, para narasumber lainnya menekankan bahwa kuliner tradisional tidak hanya berpotensi mendukung sektor ekonomi dan pariwisata, tetapi juga menyimpan nilai sejarah, identitas budaya, serta pengetahuan lokal yang perlu diwariskan kepada generasi mendatang.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan diikuti peserta dari berbagai kalangan. Selain menyimak pemaparan ilmiah, peserta juga aktif berdiskusi mengenai sejarah Ikan Ambu, teknik penangkapan, proses pengolahan, hingga peluang pengembangannya sebagai kuliner unggulan berbasis budaya.

Sebagai pelengkap kegiatan, panitia turut menghadirkan pameran dokumentasi yang menampilkan rangkaian foto proses pengolahan Ikan Ambu, pembuatan alat tangkap tradisional, serta berbagai olahan kuliner berbahan dasar Ikan Ambu. Dokumentasi visual tersebut menjadi sarana edukasi sekaligus arsip budaya untuk menjaga pengetahuan lokal yang selama ini lebih banyak diwariskan melalui tradisi lisan.

Melalui diseminasi dan pameran ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa Ikan Ambu bukan hanya kuliner khas Mandar, melainkan juga bagian penting dari warisan budaya maritim yang memiliki nilai historis, ilmiah, sosial, dan budaya yang patut dijaga serta dilestarikan.

Alim

Editor : Hendri