iklan Promo

StafSus Gubernur Sulsel Apresiasi SPMB SMAN 1 Bantaeng Transparan dan Akuntabel

BANTAENG,PO – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026 di SMA Negeri 1 Bantaeng mendapat apresiasi dari Tim Ahli Khusus Gubernur Sulawesi Selatan. Proses penerimaan siswa baru di sekolah tersebut dinilai berjalan transparan, objektif, akuntabel, dan memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.

Apresiasi tersebut disampaikan Anggota Tim Ahli Khusus Gubernur Sulsel, Rahmat, S.T., saat melakukan kunjungan pemantauan ke SMA Negeri 1 Bantaeng bersama Kepala Seksi SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Bantaeng, Bulukumba, dan Sinjai, Abdul Sattar, S.Pi., M.M. pada Rabu 24 Juni 2026.

Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Kepala SMA Negeri 1 Bantaeng, Dr. Wahid Hidayat, M.Pd., didampingi Kepala Tata Usaha Mardiana, S.Sos., serta Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Abdul Hamid, S.Pd.

Kunjungan tersebut bertujuan memastikan seluruh tahapan SPMB Tahun Ajaran 2026 berlangsung sesuai regulasi yang ditetapkan pemerintah sekaligus memantau secara langsung kualitas pelayanan yang diberikan sekolah kepada calon peserta didik dan orang tua.

Dalam kesempatan itu, Rahmat menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan SPMB yang hingga tahap pengumuman kedua berjalan aman, tertib, dan kondusif. Ia menegaskan bahwa seluruh proses penerimaan harus dilaksanakan sesuai prosedur dan kuota yang telah ditetapkan.

“Pelaksanaan SPMB harus tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku serta memperhatikan kuota yang telah ditetapkan. Di sisi lain, satuan pendidikan juga diharapkan mampu mendukung program prioritas Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, khususnya dalam menghadirkan layanan prima kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurut Rahmat, kelancaran dan keterbukaan dalam pelaksanaan SPMB menjadi salah satu indikator penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap sistem layanan pendidikan yang adil dan profesional.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Bantaeng, Dr. Wahid Hidayat, memaparkan sejumlah langkah yang dilakukan sekolah untuk mendukung pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026. Salah satunya adalah pemetaan kemampuan baca tulis Al-Qur’an bagi calon peserta didik beragama Islam yang diikuti sekitar 490 peserta.

Program tersebut tidak hanya menjadi sarana pemetaan kompetensi dasar keagamaan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai media sosialisasi berbagai tahapan SPMB kepada calon peserta didik dan orang tua. Adapun bagi calon peserta didik nonmuslim, verifikasi dilakukan melalui keterangan dari guru atau pembina agama masing-masing.

Wahid menjelaskan, pada Tahun Ajaran 2026 SMA Negeri 1 Bantaeng akan menerima sebanyak 396 peserta didik baru yang terbagi dalam 11 rombongan belajar dengan kapasitas masing-masing 36 siswa sesuai kuota yang telah disetujui.

“Seluruh proses seleksi pada setiap jalur dilaksanakan secara transparan, objektif, dan akuntabel agar prinsip keadilan tetap terjaga serta memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh calon peserta didik,” jelasnya.

Untuk memperluas akses informasi, sekolah juga membuka layanan konsultasi secara langsung dan menyediakan ruang komunikasi melalui grup WhatsApp serta media sosial resmi sekolah. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan masyarakat memperoleh informasi yang cepat, terbuka, dan mudah dipahami.

Dalam kunjungan itu, Rahmat juga berdialog dengan salah seorang orang tua calon peserta didik yang dinyatakan lulus melalui jalur domisili. Dari hasil wawancara tersebut, orang tua siswa mengaku mengikuti seluruh tahapan seleksi sesuai prosedur tanpa meminta bantuan pihak mana pun.

Pengakuan tersebut semakin memperkuat penilaian bahwa pelaksanaan SPMB di SMA Negeri 1 Bantaeng berjalan sesuai aturan serta menjunjung tinggi prinsip transparansi dan keadilan.

Pada kesempatan yang sama, keluarga besar SMA Negeri 1 Bantaeng juga menyerahkan bantuan mushaf Al-Qur’an kepada Tim Ahli Khusus Gubernur Sulsel untuk disalurkan kepada pondok pesantren dan lembaga pendidikan Islam yang membutuhkan. Penyerahan dilakukan di depan Tugu Logo #Terbaik SMA Negeri 1 Bantaeng yang menjadi salah satu ikon sekolah.

Mengakhiri kegiatan, Wahid menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terhadap pengembangan pendidikan di Kabupaten Bantaeng.

“Kehadiran Tim Ahli Khusus Gubernur Sulawesi Selatan menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan dan memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” tuturnya.

Kunjungan tersebut diharapkan semakin memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru yang transparan, objektif, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan prima, sejalan dengan visi pembangunan pendidikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Kontri : Abhy

Editor. : Hendri