BANTAENG,PO – BLUD UPT Puskesmas Ulugalung terus mengintensifkan upaya pencegahan rabies melalui kegiatan tindak lanjut (follow up) terhadap kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) yang terjadi di Dusun Pullaweng, Desa Ulugalung, Kabupaten Bantaeng, Rabu (24/6/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah responsif tenaga kesehatan dalam memastikan korban gigitan hewan penular rabies memperoleh penanganan yang optimal sekaligus mencegah risiko penularan penyakit rabies yang dapat mengancam keselamatan jiwa.
Dalam pelaksanaannya, petugas kesehatan memberikan Vaksin Anti Rabies (VAR) dosis ketiga kepada sasaran yang sebelumnya telah menjalani serangkaian penanganan medis setelah mengalami gigitan hewan yang diduga terinfeksi rabies.
Kepala BLUD UPT Puskesmas Ulugalung, Hikmawaty, S.Kep., Ns., menegaskan bahwa kepatuhan terhadap jadwal vaksinasi menjadi faktor penting dalam upaya perlindungan korban dari risiko infeksi rabies.
“Rabies merupakan penyakit yang sangat berbahaya, namun dapat dicegah apabila korban gigitan segera mendapatkan penanganan medis dan menyelesaikan seluruh rangkaian vaksinasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Kegiatan tindak lanjut tersebut dilaksanakan oleh perawat terampil bersama bidan dusun yang secara aktif memantau perkembangan kondisi pasien hingga seluruh tahapan vaksinasi selesai dilaksanakan.
Selain memberikan layanan vaksinasi, petugas juga mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya penanganan dini terhadap kasus gigitan hewan penular rabies. Masyarakat diimbau agar segera melapor dan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gigitan hewan yang dicurigai membawa virus rabies.Puskesmas Ulugalung juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kesehatan hewan peliharaan serta melakukan vaksinasi hewan secara berkala sebagai langkah preventif dalam memutus rantai penyebaran rabies.
Melalui kegiatan ini, Puskesmas Ulugalung berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya rabies semakin meningkat sehingga upaya pencegahan dan pengendalian penyakit dapat dilakukan secara bersama-sama demi mewujudkan lingkungan yang sehat dan bebas rabies.
Abhy









