iklan Promo

FISIP dan Fak. Pertanian UIT Perkuat Literasi Digital Warga melalui Program Pengabdian di Gowa

GOWA,PO – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) bersama Fakultas Pertanian Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Bontobiraeng Selatan, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa, Kamis (18/6/2026) kemarin.

Kegiatan yang mengusung tema “Peningkatan Literasi Berbasis Digital pada Masyarakat Desa Bontobiraeng Selatan” tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang secara rutin dijalankan oleh dosen dan mahasiswa UIT.

Kepala Desa Bontobiraeng Selatan, Muhammad Hatta, menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim pengabdian UIT yang untuk pertama kalinya melaksanakan kegiatan akademik di wilayahnya. Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat dalam menghadapi perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Indonesia Timur yang telah memilih Desa Bontobiraeng Selatan sebagai lokasi kegiatan pengabdian. Harapan kami, ke depan desa ini juga dapat menjadi lokasi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi mahasiswa UIT,” ujarnya.

Dekan FISIP UIT, Prof. Dr. H. Wahyuddin Hamid, M.Si, menjelaskan bahwa kegiatan pengabdian merupakan wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mentransfer ilmu pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat.

Menurutnya, tim pengabdian yang diterjunkan terdiri dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari bidang pertanian, pemerintahan, komunikasi hingga administrasi publik. Kolaborasi lintas keilmuan tersebut diharapkan mampu memberikan solusi dan wawasan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat desa.

“Pengabdian kepada masyarakat bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi sarana berbagi pengetahuan dan pengalaman agar masyarakat dapat meningkatkan kapasitas serta kualitas hidupnya,” kata Prof. Wahyuddin.

Dalam kegiatan tersebut, materi disampaikan oleh perwakilan mahasiswa dan dosen. Pemateri dari kalangan mahasiswa menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi komunikasi secara bijak di tengah meningkatnya penggunaan media sosial oleh berbagai kalangan, termasuk ibu rumah tangga.

Peserta diberikan pemahaman mengenai bahaya penyebaran informasi palsu atau hoaks yang kerap beredar di ruang digital. Masyarakat diimbau untuk lebih selektif dalam menerima maupun menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

Sementara itu, Prof. Dr. Rusdin Nawi, MM, M.Si, sebagai pemateri dari unsur dosen memaparkan pentingnya literasi digital dalam kehidupan sehari-hari. Ia menjelaskan bahwa kemampuan memahami, menyaring, dan memanfaatkan informasi digital secara tepat menjadi kebutuhan penting di era modern.

Menurut Prof. Rusdin, terdapat beberapa langkah sederhana untuk meningkatkan literasi digital masyarakat, antara lain membiasakan diri memverifikasi informasi sebelum mempercayainya, menggunakan kata sandi yang kuat untuk melindungi akun digital, menerapkan etika dalam berkomunikasi di media sosial, mengikuti pelatihan literasi digital, serta menjaga jejak digital dengan membagikan konten yang positif dan bermanfaat.

Ia menambahkan bahwa literasi digital memiliki peran strategis dalam mencegah penyebaran disinformasi, menjaga keamanan data pribadi, membuka peluang pengembangan karier, serta membangun budaya komunikasi yang sehat dan bertanggung jawab di ruang digital.

Kegiatan PKM tersebut melibatkan puluhan dosen dari FISIP dan Fakultas Pertanian UIT bersama mahasiswa sebagai bentuk sinergi antara dunia akademik dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemanfaatan teknologi digital secara cerdas dan produktif.

Melalui program ini, UIT berharap masyarakat Desa Bontobiraeng Selatan semakin siap menghadapi tantangan era digital sekaligus mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa.

Naskah ini telah diubah secara menyeluruh dari sisi struktur, lead, kutipan, dan alur pemberitaan sehingga berbeda dari rilis sebelumnya namun tetap mempertahankan substansi dan fakta kegiatan.

Sumber : Humas UIT

Editor.   : Hendri