MAKASSAR,PO – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin memaparkan berbagai faktor yang menjadikan Makassar sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi dan investasi terbaik di Indonesia.
Hal itu dipaparkan Munafri saat diwawancarai oleh Heri, perwakilan Majalah Fortune Indonesia untuk edisi khusus Best Place to Invest, secara daring, Senin (22/06/2026).
Dalam wawancara tersebut, wali kota yang akrab disapa Appi ini menjelaskan bahwa posisi strategis Kota Makassar sebagai pusat perdagangan dan jasa di kawasan Indonesia Timur.
Posisi geografis tersebut, kata Appi, menjadi modal utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Sehingga, hampir seluruh aktivitas distribusi barang dan jasa menuju Indonesia Timur akan beririsan dengan Kota Makassar.

“Makassar merupakan hub perdagangan Indonesia Timur. Posisi strategis ini menjadikan Makassar sebagai pintu masuk utama bagi aktivitas bisnis, logistik, dan investasi yang ingin menjangkau kawasan timur Indonesia,” katanya.
Ia juga menguraikan pertumbuhan ekonomi Makassar terus menunjukkan tren positif. Pada triwulan pertama 2026, pertumbuhan ekonomi Kota Makassar mencapai 6,61 persen, meningkat dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar 5,39 persen.
Appi menjelaskan, pertumbuhan tersebut ditopang oleh sejumlah faktor. Diantaranya posisi Makassar sebagai hub logistik Indonesia Timur, tingginya kepercayaan investor, serta keberhasilan transformasi ekonomi menuju digitalisasi.
Selain itu, keunggulan Makassar tidak hanya terletak pada infrastruktur perdagangan yang lengkap, tetapi juga pada sumber daya ekonomi yang beragam. Kondisi tersebut membuat perekonomian kota tetap tangguh karena tidak bergantung pada satu sektor atau komoditas tertentu.
“Makassar memiliki struktur ekonomi yang heterogen. Ketika satu sektor mengalami perlambatan, sektor lain tetap bergerak sehingga stabilitas pertumbuhan ekonomi dapat terjaga,” katanya.
Selain itu, lanjut Appi, kualitas sumber daya manusia juga menjadi salah satu kekuatan utama Kota Makassar. Munafri menilai peningkatan kualitas SDM menjadi kunci agar masyarakat lokal dapat mengambil manfaat langsung dari pertumbuhan ekonomi dan investasi yang terus meningkat.
Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk menjaga iklim investasi yang sehat melalui kepastian regulasi, transparansi birokrasi, dan stabilitas kawasan. Faktor tersebut bagi Appi menjadi pertimbangan penting bagi investor dalam menanamkan modal.
“Investor tidak hanya mencari keuntungan, tetapi juga membutuhkan kepastian regulasi, birokrasi yang transparan, dan kondisi daerah yang aman. Hal-hal inilah yang terus kami jaga di Kota Makassar,” ungkapnya.
Munafri mengungkapkan, realisasi investasi Kota Makassar pada triwulan pertama 2026 mencapai Rp1,23 triliun atau sekitar 22,81 persen dari total investasi yang masuk ke Sulawesi Selatan.
“Capaian tersebut menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan pelaku usaha terhadap stabilitas ekonomi Kota Makassar,” pungkasnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa investasi yang masuk harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Karena itu, Pemkot Makassar, lanjutnya, mendorong setiap investasi agar mampu menciptakan lapangan kerja, memberdayakan masyarakat sekitar, serta membuka peluang bagi UMKM lokal untuk berkembang.
“Target kami bukan hanya meningkatkan nilai investasi, tetapi memastikan investasi tersebut menghadirkan multiplier effect bagi masyarakat. Pertumbuhan ekonomi harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga Kota Makassar,” tutup Munafri.









