iklan Promo

Pemkab Takalar dan BNNP Sulsel Tandatangani PKS, Wujudkan Takalar Bersinar

TAKALAR,PO – Pemerintah Kabupaten Takalar mempertegas komitmennya dalam memerangi peredaran gelap narkotika. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sekaligus Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar, Rabu 4 Februari 2026.

​Acara krusial ini dihadiri oleh jajaran petinggi daerah, mulai dari Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, jajaran Forkopimda, hingga anggota DPRD Takalar.

Kehadiran perwakilan Polres dan Dandim 1426 Takalar turut memperkuat sinergi lintas instansi dalam menjaga keamanan wilayah.

 

​Membangun Pondasi “Takalar Bersinar”

Kepala BNNP Sulsel, Kombes Pol Drs. Agung Prabowo, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk mewujudkan cita-cita “Takalar Bersinar” (Bersih Narkoba).

​”PKS ini adalah pondasi kuat bagi kita semua untuk membangun lingkungan yang sehat dan bebas dari ancaman narkotika melalui kolaborasi yang nyata,” ujar Kombes Pol Agung Prabowo dalam sambutannya.

​Apresiasi tinggi juga diberikan kepada Bupati Takalar beserta jajaran yang dinilai sangat progresif dalam mendukung implementasi program P4GN di wilayahnya.

​Komitmen Penuh Pemerintah Daerah

Senada dengan hal tersebut, Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, menegaskan bahwa pemerintah daerah siap menjadi garda terdepan dalam aksi pencegahan.

​”Sinergi ini adalah kunci. Dengan adanya PKS ini, Pemkab Takalar berkomitmen penuh melakukan langkah-langkah konkret dan berkelanjutan untuk memberantas narkoba hingga ke akar-akarnya,” tegas Mohammad Firdaus.

​Waspada Ancaman Jalur Pesisir dan Dunia Pendidikan

Dalam sesi pemaparan, Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNNP Sulsel, Kombes Pol Ardiansyah, S.Ik., M.H., mengungkapkan fakta lapangan yang cukup mengkhawatirkan.

Menurutnya, peredaran narkoba di Sulawesi Selatan kini mulai merambah wilayah-wilayah yang sebelumnya dianggap aman.

​”Ancaman narkoba tidak lagi terbatas di perkotaan. Jalur pesisir kini menjadi titik rawan, bahkan lingkungan sekolah dan kampus sudah mulai disusupi,” jelas Kombes Pol Ardiansyah.

Beliau juga menyoroti bagaimana minimnya edukasi membuat generasi muda mudah terjerat pergaulan negatif.

​Lebih lanjut, ia memperingatkan dampak sosial narkoba yang menjadi pemicu utama meningkatnya kriminalitas dan kekerasan dalam rumah tangga akibat hilangnya kontrol diri pengguna.

​Harapan Kedepan

Melalui kemitraan ini, BNNP Sulsel mendorong Pemerintah Kabupaten Takalar untuk lebih masif melakukan sosialisasi di instansi pemerintahan maupun lembaga pendidikan.

Diharapkan, edukasi yang terstruktur mampu menciptakan imunitas masyarakat terhadap bahaya narkotika, demi masa depan Takalar yang lebih baik dan bermartabat.