BALIKPAPAN,PO – Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian, menegaskan pentingnya keseimbangan antara pengawasan dan pemberian insentif dalam pembinaan pemerintah daerah (Pemda). Pendekatan ini dinilai menjadi kunci dalam mendorong peningkatan kinerja daerah secara berkelanjutan.
Selama ini, fungsi pembinaan terhadap Pemda cenderung lebih menitikberatkan pada aspek pengawasan. Ke depan, pendekatan tersebut perlu diimbangi dengan pemberian apresiasi sebagai bentuk motivasi agar daerah lebih inovatif dan kompetitif.

Menurut Mendagri, keseimbangan antara pengawasan dan insentif menjadi sangat penting dalam sistem pemerintahan Indonesia yang tidak sepenuhnya menerapkan desentralisasi penuh. Sistem yang berjalan saat ini merupakan bentuk desentralisasi parsial, di mana pemerintah pusat tetap memiliki peran strategis dalam pembinaan dan pengendalian daerah.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia terus memperkuat program pembinaan daerah, termasuk melalui pemberian penghargaan kepada pemerintah daerah yang menunjukkan kinerja baik.
Pemberian penghargaan ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi Pemda untuk terus meningkatkan kinerja, sekaligus menghadirkan inovasi dalam tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan responsif.
Dalam kesempatan tersebut, Kemendagri juga memberikan penghargaan kepada sejumlah Pemda berprestasi. Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan empat kategori utama, yakni penurunan tingkat pengangguran, penanggulangan kemiskinan dan stunting, pengendalian inflasi, serta inovasi dalam pembiayaan daerah (creative financing).
Kegiatan ini berlangsung di Hotel Platinum Balikpapan dan menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mendorong peningkatan kinerja serta inovasi di tingkat daerah, Selasa 5 Mei 2026.
Sumber : Kemendagri








