iklan Promo
News  

UNICEF, Jenewa dan Tanoto Foundation Kunjungi Posyandu Dahlia Bontomanai Jeneponto

JENEPONTO,PO – Jenewa Madani Indonesia, Tanoto Foundation dan UNICEF bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan didampingi Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto mengunjungi Posyandu Dahlia yang berada di Desa Bontomanai, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Rabu 17 September 2025.

Kedatangannya di posyandu Dahlia Desa Bontomanai untuk memantau langsung Edukasi dan Konseling Gizi 3 Pesan Penting Pencegahan Stunting.

Dimana, orientasi fasilitas melihat Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) dan Penguatan Perilaku (KPP) sebagai Upaya meningkatkan pelayanan posyandu serta mendorong perubahan perilaku.

Nike Frans selaku Nutrition Officer UNICEF,
Sulawesi Selatan, mengatakan, Kegiatan ini merupakan kunjungan melihat langsung Posyandu yang sedang berjalan di Desa Bontomanai bagaimana mereka mereka ini melakukan pelayanan terhadap anak balita maupun Ibu Hamil untuk monitoring. Ini merupakan awal untuk kerjasama dengan Pihak Pemerintah Kabupaten Jeneponto Tahun 2025.

“Kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, kader Posyandu serta Bidan Desa terkait dengan pesan-pesan pencegahan stunting,” ujarnya kepada awak media publikasionline.id diselah pemantauannya.

Kata dia, apa yang kita berikan ini mereka dapat meningkatkan kapasitasnya tentang pesan pesan apa yang menjadi kunci dengan pesan yang sederhana edukasi secara terus menerus.

Sehingga, masyarakat memahami terutama orang tua balita memahami pesan pesan kunci pencegahan stunting demikian juga bagi ibu hamil dan menyusuhi, ini sudah berjalan sejak lama dari tahun 2023, namun baru tahun ini berkesempatan untuk mengunjungi Posyandu yang berada di Desa Bontomanai.

Dengan melihat langsung, Ia pun merasa senang, Dinas Kesehatan bersama Pemerintah Desanya serta Puskesmas Rumbia memberikan dukungannya secara terus menerus kepada Posyandu Posyandu.

“Tadi setelah saya melihat, banyak sekali Inovasi Posyandu yang dihadirkan dalam pelayanan, seperti pembukaan buku dan Kartu Kontrol itu adalah hal yang sangat bagus didukung oleh Kepala Desanya,” sebut Staf Gizi UNICEF Kantor Sulawesi Selatan itu.

Tak hanya itu, kami juga melihat peran lintas sektor ikut bekerjasama dalam pencegahan stunting, baik itu dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, Tim PKK, Kader Kader Posyandu, Puskesmas serta pendukung lainya.

“Memang perlu adanya peran lintas sektor dalam mendukung pencegahan stunting ini, karna tidak bisa dilakukan hanya satu sektor saja. Tetapi harus didukung bersama sama,” pungkas Nike Frans.

Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto, diwakil Bagian Gizi menyampaikan, Pencegahan stunting memerlukan pendekatan yang menyeluruh, melibatkan partisipasi ibu dan anak, serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).

Dimana, posyandu berfungsi sebagai pusat layanan kesehatan dan gizi di tingkat komunitas yang menyediakan informasi dan layanan bagi ibu hamil, ibu menyusui, serta ibu dan anak, termasuk pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita, penyuluhan tentang MP-ASI, serta pentingnya pemberian ASI eksklusif. Melalui pendekatan Komunikasi Perubahan Perilaku,

“Diharapkan masyarakat dapat memahami pesan-pesan penting dan mengubah kebiasaan mereka untuk mendukung pencegahan stunting. Posyandu memiliki peran strategis dalam memberikan informasi, layanan kesehatan, dan pemantauan status gizi anak,” Jelasnya.

Sementara, Kepala Desa Bontomanai H. ABD Rasyid mengapresiasi atas kehadiran pihak UNICEF, Jenewa Madani Indonesia, Tanoto Foundation dan tentunya Puskesmas Rumbia Dinas Kesehatan yang telah memberikan pesan pesan ke orang tua balita dan ibu hamil dalam pemunuhan gizi dalam pencegahan stunting.

“Iya, tentunya kami pemerintah Desa, TP PKK dan Kader Posyandu mengapresiasi atas kehadiran mereka untuk memberikan edukasi tentang gizi dan bersama sama mengatasinya pencegahan stunting terutama di desa kami,” apresiasinya.

Kades Bontomanai dua periode itu pun berharap, kedepanya kegiatan kegiatan stunting ini lebih mengarahkan bantuannya kepada sasaran, supaya masalah stunting ini cepat tertangani.

Terpantau dilokasi, para orang tua balita pun berbondong-bondong memeriksakan anaknya, sembari mendengar pesan pesan disampaikan dalam pemunuhan gizi dan pencegahan stunting.

Turut hadir, Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas Rumbia, Nakes, Kader Posyandu Dahlia, Ketua TP PKK Desa Bontomanai, Babinsa, Tim Kesehatan Puskesmas Rumbia dan Tokoh Masyarakat hingga turut hadir lainya.

Firmansyah